Kamis, 2 Oktober 2014

News / Internasional

Australia Akan "Hukum" Pengunjuk Rasa yang Bukan WN

Senin, 17 September 2012 | 14:04 WIB

Terkait

SYDNEY, KOMPAS.com - Politik Australia hari Senin (17/9/2012) ini diramaikan dengan debat, mengenai unjuk rasa yang berakhir kekerasan mengecam film Innocence of Moslems, di Sydney hari Sabtu.

Unjuk rasa itu berakhir dengan ditangkapnya beberapa peserta dan terlukanya beberapa polisi. Kalangan politisi dan sebagian warga Muslim Australia mengecam kekerasan yang terjadi, sementara polisi dituduh tidak siap dan tidak mengantisipasi akan besarnya pengunjuk rasa yang hadir.

Lensa kamera wartawan juga menangkap beberapa aspek dari unjuk rasa yang dianggap "memprihatinkan".

Menurut laporan koresponden Kompas di Australia, L Sastra Wijaya, salah satunya adalah gambar dimana seorang anak mengangkat poster berjudul Penggal kepala mereka yang menghina Nabi, yang sedang dipotret oleh ibunya.

Menteri Negara Bagian New South Wales, Barry O'Farrell, mengatakan telah meminta Departemen Keluarga dan Jasa Pelayanan Masyarakat, untuk menyelidiki keberadaan keluarga tersebut.

Menteri Imigrasi Australia, Chris Bowen, mengatakan, dia akan mengambil tindakan terhadap para pengunjuk rasa yang bukan warga negara (WN) Australia, setelah adanya penyelidikan polisi.

"Jelas sekali tindakan ini bukan atas nama Islam, dan bukan dilakukan atas nama multibudaya. Ini dilakukan atas tindakan preman," kata Chris Bowen di Canberra.

Chris Bowen mengatakan, dia memiliki kuasa untuk menentukan pemberian visa bagi seorang pelamar. Setelah penyelidikan selesai, dia akan menindaklanjuti mereka yang terlibat dalam unjuk rasa.

Sementara itu Senator dari Partai Liberal, Cory Bernardi, mengatakan, kekerasan di Sydney itu menunjukkan adanya "masalah" dalam kehidupan multi budaya di Australia.

"Apa yang terjadi di Eropa Barat 10 tahun lalu sekarang terjadi di sini," kata Bernardi. "Rasanya naif untuk berpikir bahwa para migran yang datang ini akan bisa berasimilasi seperti yang pernah terjadi sebelumnya."

Seorang anggota parlemen lainnya, George Christensen malah bersikap lebih keras lagi. Dia mengatakan, protes seperti di Sydney tidak bisa dibiarkan, dan para nonwarga negara yang terlibat dipersilahkan "kembali" ke negeri asal mereka."

"Bila anda terlibat dalam kekerasan di Sydney, dan anda bukan WN Australia, silakan beli tiket dan kembali ke negara asalmu." kata Christensen lewat Twitter.

Menteri Luar Negeri Australia, Bob Carr, juga menyatakan penyelesannya atas tindak kekerasan di Sydney. Ia mengatakan, ini hanyalah tindakan dari kelompok minoritas saja.

Namun menurut Menlu Carr, tindak kekerasan itu pasti akan kembali menimbulkan debat sengit, mengenai kehidupan multikultural di Australia. 

"Saya prihatin, dan saya akan mengerti bila kelompok lain akan mengatakan kenapa anda masih tinggal di Australia, mengapa tidak pindah ke negara lain, kalau memang lebih bahagia di sana? Pesan pemancungan jelas sekali menunjukkan bahwa mereka ini tidak sepadan dengan tradisi demokrasi Australia." tambah Carr.


Penulis: L Sastra Wijaya
Editor : Agus Mulyadi