The Sunday Mail
Semakin banyak warga Australia, seperti, Amy Collins, memberikan tubuh mereka untuk penelitian setelah meninggal.
ADELAIDE, KOMPAS.com - Semakin banyak warga Australia yang menyerahkan tubuh guna kepentingan sains, setelah kematian mereka.
Salah satunya adalah ayah Perdana Menteri Australia Julia Gillard, John, yang meninggal tahun lalu pada usia 83 tahun.
Walaupun tidak ada statistik resmi karena memang tidak dilakukan pencatatan akurat, berbagai universitas di Australia, mengatakan, mereka menerima lebih banyak donor setelah kematian setiap tahunnya.
Berita bahwa John Gillard juga melakukan hal yang sama merupakan "iklan" yang sangat efektif, guna memberikan motivasi bagi warga Australia lainnya melakukan hal yang sama.
"Dalam banyak aspek, donor setelah kematian ini akan bermanfaat bagi banyak orang," kata Wesley Fisk, manajer Laboratorium Anatomi Ray Last di Universitas Adelaide.
"Kami memang melihat adanya kecenderungan peningkatan jumlah donor namun memang tidak ada pencatatan nasional," tambah Fisk.
"Jasad mereka akan berguna bagi para mahasiswa kedokteran yang menggunakan tubuh mereka yang meninggal untuk pelajaran anatomi dasar, latihan bedah, dan riset klinis." kata Fisk, kepada harian The Australian.
Menurut laporan harian The Sunday Mail, Universitas Sydney menerima sekitar 30 jasad sampai 100 jasad sumbangan setiap tahunnya. Di Universitas Melbourne, sekitar 150 jasad.
Di Universitas Adelaide, kota tempat John Gillard meninggal, jumlahnya sekitar 80 orang, dengan sekitar 6.000 orang sudah mendaftar menjadi donor.
Menurur kepala laboratorium Anatomi Universitas Sydney, Prof Kevin Keay, seorang donor biasanya sudah menyampaikan niat mereka jauh-jauh hari sebelum meninggal, sehingga anggota keluarga bisa mencerna dan memahami keinginan mereka.
Menurut laporan koresponden Kompas di Australia, L Sastra Wijaya, para ahli anatomi mengatakan, jasad siapa saja pasti berguna bagi penelitian dan manfaat medis lainnya.
Sunday Mail melaporkan, salah seorang contohnya adalah Ron yang meninggal ketika berusia 82 tahun. Ron mengatakan, dia berutang jasa kepada kalangan medis, karena mereka sudah banyak membantu dirinya selama hidup.
Kaki Ron pernah luka parah ketika dia bertugas sebagai tentara Australia selama Perang Dunia kedua di Papua Nugini. Pada usia 40-an, dia pernah menjalani operasi triple-bypass, setelah serangkaian serangan jantung.
Ron merasa bahwa operasi di jantungnya dan juga luka di kakinya, akan menjadi bahan menarik untuk dipelajari.
Ketika seseorang menjadi donor setelah kematian, jasadnya langsung diserahkan kepada rumah sakit. Jasadnya kemudian akan diawetkan, dan bisa digunakan selama beberapa tahun.
"Ini memberikan kesempatan kepada para mahasiswa, untuk memahami struktur tubuh manusia secara tiga dimensi. Meskipun semua tubuh berisi hal yang sama, namun sering kali ada perbedaan di sana-sini." kata Profesor Keay dari UNiversitas Sydney.