Shutterstock
Ilustrasi
MUMBAI, KOMPAS.com - Tulisan tangan dokter jarang sekali mendapat pujian, bahkan lebih sering disebut bak cakar ayam. Namun sebuah organisasi medis di India mendorong para dokter untuk memperbaiki tulisan demi mencegah kesalahan yang mengakibatkan kematian.
Lebih dari 100 dokter di negara bagian Maharashtra mengadakan pertemuan pekan lalu dan menyatakan bahwa keterbacaan tulisan tangan merupakan salah satu isu paling mencemaskan yang mereka hadapi, menurut Medscape India, sebuah organisasi non-profit.
"Jumlah kematian akibat ketidakjelasan tulisan pada resep dokter di India dan internasional meningkat dengan tajam," demikian pernyataan Dr Sunita Dube, presiden organisasi tersebut. Namun Dube tidak membeberkan datanya lebih lanjut.
Dokter Dube kini mendapat dukungan pemerintah untuk mendorong agar para dokter menulis lebih baik. Dube menjelaskan bahwa banyak apoteker, terutama di kota atau desa kecil di India yang tidak bisa membaca tulisan pada resep.
Akibat salah baca, ujar Dube, "banyak kasus salah obat pada pasien yang sering terbukti menyebabkan kematian atau nyaris menimbulkan kematian."
Medscape India berencana menerbitkan buku panduan yang bisa digunakan para dokter serta menyediakan lokakarya tentang teknik menulis yang sederhana dan jelas, kata Dube seperti dikutip AFP.
"Kami harus menjangkau obat yang benar supaya bisa menyelamatkan jiwa," imbuhnya, seraya mendorong para dokter untuk menulis dengan huruf kapital serta mengecek ejaan nama obat pada buku referensi.
Dikatakannya, perbaikan tulisan juga bisa mencegah tuntutan hukum terhadap dokter, yang sudah lama dikaitkan dengan tulisan yang tidak terbaca.