Rabu, 22 Oktober 2014

News / Internasional

Libya

Pejabat AS Tewas dalam Unjuk Rasa di Libya

Rabu, 12 September 2012 | 09:48 WIB

Terkait

TRIPOLI, KOMPAS.com - Seorang pejabat pemerintah AS tewas dan beberapa orang lainnya terluka di Libia saat massa bersenjata yang memprotes sebuah film yang mereka nilai menghina Islam menyerang kantor Konsulat AS di Benghazi, Libya, Rabu (12/9/2012).

"Seorang staf konsulat warga negara AS dipastikan tewas dan beberapa orang lainnya terluka akibat bentrokan. Kami belum memperoleh informasi jumlah pasti mereka yang terluka," kata juru bicara Komite Keamanan Tertinggi Libya, Abdel Monem al Hurr.

Serangan itu terjadi pada Selasa (11/9/2012) malam waktu setempat. Massa sempat terlibat bentrokan dengan pasukan keamanan Libya sebelum akhirnya mundur akibat mendapat serangan hebat.

Sejumlah wartawan di lokasi unjuk rasa melaporkan mereka melihat peserta unjuk rasa melakukan penjarahan. Mereka mengambil meja, kursi hingga mesin cuci dalam dalam kantor konsulat.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Libya, Wanis al Sharef mengatakan seluruh staf konsulat sudah dipindahkan dan mereka kini dalam kondisi selamat.

Kementerian Luar Negeri AS membenarkan telah terjadi serangan terhadap kantor konsulatnya di Benghazi.

"Kami bisa memastikan bahwa kantor kami di Benghazi telah diserang oleh sekelompok militan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Victoria Nuland.

Pemerintah AS, lanjut Nuland, mengutuk keras serangan itu dan kini bersama pemerintah Libya tengah berupaya mengamankan lokasi.

Sedangkan dalam aksi unjuk rasa serupa di Kairo, Mesir, para pengunjuk rasa bahkan memanjat tembok kedutaan besar, menyobek dan kemudian membakar bendera AS.

Aksi unjuk rasa yang diwarnai kekerasan itu dipicu sebuah video yang diproduksi seorang warga Mesir anti-Islam yang kini tinggal di AS.

Video itu, menurut para pengunjuk rasa, telah melecehkan agama Islam dan Nabi Muhammad.

 


Penulis: Ervan Hardoko
Editor : Ervan Hardoko
Sumber: