Jumat, 24 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 24 Mei 2013 | 14:20 WIB
Sejarah
AS Tutupi Pembantaian 22.000 Orang Polandia
Penulis : Ervan Hardoko | Selasa, 11 September 2012 | 15:26 WIB
Dibaca:
|
Share:
AS Tutupi Pembantaian 22.000 Orang Polandia AP Franciszek Herzog memegang foto ayahnya yang tewas dalam pembantaian di hutan Katyn, Rusia, 1940 silam.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Sejumlah bukti baru muncul bahwa pemerintahan Presiden Franklin Delano Roosevelt ikut membantu menutupi pembantaian 22.000 warga Polandia oleh Uni Soviet tahun 1940 silam.

Dokumen mencengangkan itu dipublikasikan Arsip Nasional Amerika Serikat, Selasa (11/9/2012).

Dokumen setebal hampir 1.000 halaman itu bisa digunakan untuk mencari kejelasan apakah AS saat itu mengetahui atau tidak pembantaian tersebut.

Sudah lama diyakini bahwa Presiden Roosevelt enggan mempertanyakan masalah ini kepada Stalin yang menjadi sekutu utama AS menghadapi Jerman dan Jepang di Perang Dunia II.

Berdasarkan laporan Associated Press, informasi tentang pembantaian besar-besaran itu disembunyikan di level atas pemerintahan di Washington DC.

Pakar sejarah Katyn, Allen Paul mengatakan sejumlah materi dokumen ini tidak muncul dalam dengar pendapat kongres pada 1951-1952 atas hasil investigasi tragedi itu. Kemungkinan beberapa fakta memang dengan sengaja disembunyikan.

Di antara bukti-bukti bar itu adalah laporan yang dikirim untuk Presiden Roosevelt dari Perdana Menteri Inggris Winston Churchill yang menunjukkan kesalahan Uni Soviet.

Laporan itu ditulis Duta Besar Inggris untuk pemerintahan pembuangan Polandia di London, Owen O'Malley.

"Terdapat cukup bukti yang bisa digunakan untuk meragukan klaim Rusia bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas pembantaian itu," demikian tulis O'Malley.

Selain itu, dokumen tersebut menunjukkan bahwa para tawanan perang AS sempat mengirim pesan berkode ke Washington DC pada 1943.

Saat itu mereka menyatakan melihat sisa-sisa jenazah manusia di hutan Katyn, dekat Smolenks, kini bagian dari Rusia.

Para tawanan perang itu dibawa oleh pasukan Jerman yang menahan mereka untuk menyaksikan sisa-sisa kekejaman Uni Soviet itu.

Pembantaian tersebut dilakukan di hutan Katyn oleh polisi rahasia Uni Soviet, NKVD atas perintah Joseph Stalin.

Sebanyak 22.000 anggota militer, namun juga para politisi dan bahkan seniman Polandia dibunuh dengan cara ditembak di belakang kepala dan jasad mereka dimasukkan ke dalam sebuah kuburan massal.

Rusia mengakui pembantaian itu pada 1990, setelah sebelumnya menyerahkan tanggung jawab pembantaian itu kepada Nazi Jerman selama lima dekade.

 

Sumber :
AP
Editor :
Ervan Hardoko