Senin, 22 Desember 2014

News / Internasional

Menteri Jepang Ditemukan Tewas, Diduga Terkait Selingkuh

Selasa, 11 September 2012 | 13:12 WIB

TOKYO, KOMPAS.com — Menteri Jasa Keuangan Jepang, Tadahiro Matsushita, ditemukan tewas di rumahnya di Tokyo, Senin (10/9/2012). Ia sepertinya bunuh diri.

Kematiannya terjadi dua hari sebelum sebuah tabloid akan membeberkan dugaan skandal pria 73 berusia tahun itu. Berdasarkan sejumlah laporan media Jepang, Selasa, tabloid itu akan mengungkapkan bahwa menteri yang telah menikah itu tengah terlibat asmara dengan seorang perempuan lain.

Matsushita ditemukan tergantung di rumahnya di Tokyo, Senin, lapor Mainichi Shimbun dan sejumlah media lainnya. Laporan media-media itu menambahkan bahwa sejumlah surat yang ditujukan untuk istrinya, Perdana Menteri Yoshihiko Noda, dan anggota kabinet juga ditemukan.

Kantor berita AFP memberitakan, seorang perempuan yang menjawab telepon di kantor tabloid Shukan Shincho mengatakan, edisi Rabu tabloid itu akan memuat berita tentang skandal yang melibatkan Matsushita yang "terkait dengan seorang perempuan". Perempuan penjawab telepon itu menolak untuk memberikan penjelasan lebih lanjut.

Sejumlah laporan media menduga, tabloid itu akan menerbitkan berita bahwa Matsushita, yang juga menteri negara yang bertanggung jawab atas reformasi kantor pos, berselingkuh dengan perempuan lain.

Sesama menteri anggota kabinet Jepang memberi penghormatan terakhir kepada Matsushita, Selasa. Menteri Keuangan Jun Azumi mengatakan, "Dia seorang politisi berpengalaman dan kualitas kerjanya tinggi." Azumi akan mengambil alih pekerjaan Matsushita sebagai menteri jasa keuangan, dan Noda akan mengambil alih pekerjaannya sebagai menteri yang bertanggung jawab untuk mengawasi privatisasi jaringan kantor pos, lapor Jiji Press.

Istri Matushita sendiri yang menemukan suaminya gantung diri di rumah mereka pada pukul 16.45 waktu setempat. Istrinya lalu menelepon polisi. Kepolisian Metropolitan Tokyo mengatakan, kondisinya tidak menunjukkan tanda-tanda kecurigaan.

Matushita dijadwalkan untuk menghadiri pertemuan pada Senin sore. Namun, dia menghubungi rekannya pada pagi hari guna memberitahukan bahwa dia akan absen.


Editor : Egidius Patnistik
Sumber: