Senin, 24 November 2014

News / Internasional

Timur Tengah

Yaman Klaim Tewaskan Orang Kedua Al Qaeda

Selasa, 11 September 2012 | 08:00 WIB

ADEN, KOMPAS.com — Seorang warga negara Arab Saudi yang sempat ditahan AS di penjara Teluk Guantanamo, Kuba, yang kemudian menjadi orang kedua Al Qaeda Semenanjung Arab (AQAP) dikabarkan tewas di Yaman.

Demikian pernyataan resmi situs Pemerintah Yaman, terkait kabar tewasnya Said al-Shehri.

Kementerian Pertahanan Yaman mengatakan, Said al-Shehri tewas pada Senin (10/9/2012) waktu setempat bersama enam orang anggota kelompok Al Qaeda.

Tewasnya Al-Shehri ini adalah hasil dari apa yang disebut Pemerintah Yaman sebagai sebuah operasi berkualitas di Provinsi Hadramaut yang terpencil di wilayah timur negeri itu.

Namun, sejauh ini Pemerintah Yaman belum memberikan lagi rincian informasi terkait kabar ini.

Kabar soal bagaimana tewasnya Al-Shehri juga masih simpang siur. Seorang petugas aparat keamanan Yaman mengatakan, Al-Shehri tewas dalam sebuah operasi militer Rabu pekan lalu di Hadramaut.

Namun, tewasnya orang penting AQAP tersebut, lanjut sumber itu, disebabkan serangan pesawat terbang tanpa awak alias drone milik AS, bukan oleh militer Yaman.

Selain Al-Shehri, seorang warga Arab Saudi dan Irak ada di antara korban tewas. Tetapi, sejauh ini Pemerintah AS juga tidak membenarkan adanya operasi drone yang menewaskan Al-Shehri.

Pemerintah AS menggambarkan Al-Shehri sebagai salah satu tokoh militan Al Qaeda terpenting yang dibebaskan dari tahanan Teluk Guantanamo.

Dia ditahan di sana pada Januari 2002 setelah diserahkan Pakistan kepada Pemerintah AS.

Al-Shehri adalah mantan perwira pasukan keamanan dalam negeri Arab Saudi. Dia kemudian bergabung dengan Al Qaeda dan membantu gerakan militan Arab Saudi yang akan menuju ke Afganistan lewat Iran. Informasi ini diperoleh dari dokumen rahasia Pentagon yang dibocorkan WikiLeaks.

Shehri dibebaskan dari Guantanamo pada 2007 dan kemudian dimasukkan ke dalam program rehabilitasi untuk anggota militan di Arab Saudi.

Tetapi, ternyata dia kembali bergabung dengan Al Qaeda di Yaman. Pemerintah Yaman sudah lama mengejarnya karena dianggap terlibat dalam penyerangan Kedubes AS di negeri itu pada 2008 lalu.


Penulis: Ervan Hardoko
Editor : Ervan Hardoko
Sumber: