Sabtu, 18 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 18 Mei 2013 | 16:27 WIB
PEMBUNUHAN DI PERANCIS
Bocah yang Selamat Dibawa Pulang ke Inggris
Senin, 10 September 2012 | 08:41 WIB
Dibaca:
|
Share:
Bocah yang Selamat Dibawa Pulang ke Inggris Daily Mail Beberapa jam setelah polisi tiba di tempat kejadian, putri Al-Hilli yang berusia empat tahun bernama Zeena ditemukan masih hidup di bawah kaki ibunya yang telah meninggal di dalam mobil mobil yang mereka tumpangi.

CLAYGATE, KOMPAS.com - Bocah perempuan berusia empat tahun yang selamat dari pembunuhan model eksekusi atas keluarganya di Alpen Perancis dijadwalkan pulang ke Inggris, Minggu (9/9). Sementara itu, polisi Perancis dan Inggris bekerja sama menginterogasi kerabat dan menggeledah rumah keluarga itu.

Zeena al-Hilli pulang ditemani bibi dan pamannya yang datang ke Perancis untuk menjemput bocah perempuan itu.

Zeena dan kakak perempuannya, Zainab (7), selamat dari serangan yang membuat ayah mereka Saad al-Hilli, ibu mereka Iqbal, dan seorang kerabat perempuan—yang sebelumnya diidentifikasi sebagai ibu Iqbal—tewas ditembak di mobil mereka di sebuah jalan sepi pegunungan Alpen Perancis yang berhutan. Seorang pengendara sepeda yang melintas juga tewas.

Saudara kandung Saad, Zaid al-Hilli, akan diperiksa ulang pada hari kedua oleh para penyidik. Zaid mendatangi polisi di Inggris setelah pembunuhan itu, dan menyangkal isu yang berkembang di media bahwa kedua bersaudara itu terlibat perselisihan soal warisan.

Tim forensik Inggris melanjutkan penggeledahan di rumah keluarga itu di Claygate, sebuah desa komuter yang kaya dan tenang, sekitar 25 kilometer sebelah barat daya London.

Saad al-Hilli (50), seorang pria Inggris kelahiran Irak, bekerja sebagai insinyur desain mekanik pada perusahaan Surrey Satellite Technology.

Serangan terhadap mobil keluarga itu terjadi di luar desa Chevaline, Rabu lalu, di dekat resor Annecy di Perancis tenggara. Saat itu, keluarga Al-Hilli sedang berlibur di perkemahan.

Zeena selamat dari serangan itu dengan bersembunyi di bawah rok panjang ibunya di kursi belakang. Dia tetap diam di dalam kendaraan itu, bersama dengan jenazah ayah, ibu, dan kerabatnya selama delapan jam sampai polisi menemukannya.

Kakak perempuannya, Zainab, ditembak di bahu dan dipukul di bagian kepala sehingga tengkoraknya retak. Dia masih dalam kondisi koma di sebuah rumah sakit di Grenoble.

Polisi memperlakukannya sebagai seorang ”saksi kunci” dan berharap dia bisa memberi petunjuk begitu dia siuman.

”Para penyidik ingin berbicara dengannya sesegera mungkin dan dengan sepeka mungkin,” kata jaksa Eric Maillaud pada wartawan di Annecy. Maillaud menambahkan, mereka hanya akan melakukannya sampai diizinkan dokter.

Otopsi memperlihatkan bahwa keempat korban masing-masing ditembak dua kali di kepala dan beberapa tembakan lain.

(AFP/DI)

Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Egidius Patnistik