Rabu, 22 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 22 Mei 2013 | 19:41 WIB
Alam
Topan Tembin Dekati Tenggara Taiwan
Penulis : Josephus Primus | Kamis, 23 Agustus 2012 | 16:33 WIB
Dibaca:
|
Share:
Topan Tembin Dekati Tenggara Taiwan
Wikipedia.org
Topan Saola
Foto:

TERKAIT:

KOMPAS.com - Otoritas Meteorologi China (CMA) mengatakan topan Tembin mendekati kawasan tenggara Taiwan. Topan ini adalah yang ke-14 melanda kawasan China sejak awal tahun ini, tulis Xinhua pada Kamis (23/8/2012).

Menurut Kementerian Urusan Sipil China, serangan topan-topan itu sudah menewaskan 51 orang, menghilangkan 21 orang, dan menggusur 4,10 juta orang dari tempat tinggal mereka.

Setidaknya, pada Kamis pagi hari, topan itu sudah berada di posisi 310 kilometer arah timur laut Taiwan. Kecepatannya saat makin mendekati Taiwan adalah 5 hingga 10 kilometer per jam kata CMA.

Setibanya di Taiwan, Tembin akan membawa hujan deras, khususnya di selat antara Taiwan dan China Daratan selama sehari penuh. CMA mengingatkan, hujan seperti itu bisa menimbulkan banjir dan tanah longsor.

CMA memprediksikan kawasan barat laut Taiwan akan terlanda hujan deras paling lebat yakni di posisi curah hujan 100 hingga 300 milimeter. Sementara, topan itu juga akan melewati kawasan China Daratan seperti Guangdong, Zhejiang, Fujian, Pulau Hainan dan kawasan pesisir lainnya. "Hujan deras akan berlangsung 24 jam ke depan," kata CMA.

Sementara itu, Bolaven, badai tropis yang ke-15 tahun ini sudah berada di barat laut Samudera Pasifik. Wilayah itu setara dengan jarak 1.800 kilometer dari tenggara pantai Provinsi Zhejiang. "Tapi, Bolaven tidak akan mencapai pantai tenggara China dalam dua hari ke depan," kata CMA.

Sampai dengan Rabu kemarin, sudah terlihat 15 badai di kawasan barat laut Samudera Pasifik dan Laut China Selatan. Dari jumlah itu, 6 badai mengakibatkan tanah longsor di China.

Dalam masa Agustus ini, ada empat topan yang sudah melanda China yakni Saola, Damrey, Haikui, dan Kai-Tak. Damrey, alias topan ke-10, sudah membuat tanah longsor di utara Sungai Yangtze sejak 1949.

Sejauh ini, menurut Kementerian Urusan Sipil China, serangan topan-topan itu sudah menewaskan 51 orang, menghilangkan 21 orang, dan menggusur 4,10 juta orang dari tempat tinggal mereka. Kerugian ekonomi lantaran bencana alam itu mencapai 65,57 miliar yuan atau setara dengan 10,36 miliar dollar AS. 

Editor :
Josephus Primus