CANBERRA, KOMPAS.com - Pemerintah Australia memutuskan segera meningkatkan penerimaan pengungsi hingga 20.000 orang per tahun dari angka saat ini 13.750 orang.
Perdana Menteri Julia Gillard mengatakan angka ini merupakan peningkatan tertinggi dalam tiga dekade terakhir. Keputusan ini merupakan satu dari 22 proposal kunci yang diajukan sebuah panel independen terkait masalah pengungsi awal bulan ini.
"Kenaikan angka ini ditargetkan untuk mereka yang benar-benar membutuhkan. Orang-orang yang rentan di luar negeri, tapi bukan manusia perahu," kata Gillard. "Mereka yang datang menggunakan perahu tak akan mendapat keuntungan apapun," tambah dia.
"Tak ada gunanya mempertaruhkan nyawa dan uang dengan menggunakan kapal-kapal penyelundup manusia itu," tegas Gillard.
Dua pesan
Mengikuti rilis laporan soal pengungsi bulan ini, parlemen Australia menyetujui undang-undang baru yang memungkinkan pembangunan penampungan pengungsi baru di Papua Nugini dan Nauru. Pemerintah Australia mengatakan keputusan meningkatkan penerimaan pengungsi ini dimaksudkan untuk memperjelas pesan Australia kepada pada pencari suaka.
"Pesan pertama, jika Anda menggunakan perahu maka Anda akan berpeluang dikirim ke Nauru atau PNG. Tetapi pesan kedua, jika Anda tetap di tempat maka akan ada lebih banyak tempat di Australia bagi Anda," ujar Gillard.
Sebelumnya Gillard berharap fasilitas pemrosesan status pengungsi di luar Australia akan kembali dibuka dalam waktu satu bulan mendatang.
Sementara itu Menteri Imigrasi Chris Brown mengatakan dengan meningkatkanya penerimaan pengungsi ini maka akan lebih banyak tempat untuk para pengungsi Afghanistan, Suriah dan Irak.
"Selain itu kami juga sediakan tempat untuk pengungsi Sri Lanka, Burma di Malaysia, Thailand dan India," papar Brown.
