Selasa, 21 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 21 Mei 2013 | 17:47 WIB
Rusia dan China Peringatkan Barat Soal Suriah
Rabu, 22 Agustus 2012 | 14:29 WIB
Dibaca:
|
Share:

Rusia dan China Peringatkan Barat Soal Suriah
AP Photo/Misha Japaridze
Judy Alladin (9) dan Sibay Andar (5), pengungsi Suriah dari etnis Circassian, belajar di pengungsian mereka di Nalchik, Rusia, 23 Juli lalu. Terdapat 340 pengungsi etnis Circassian dari Suriah tiba di Rusia tahun ini. Mereka sebelumnya dipaksa meninggalkan Rusia tahun 1860 oleh tentara Tsar dan Kosak.

TERKAIT:

MOSKWA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, memperingatkan Barat untuk tidak melakukan aksi sepihak terhadap Suriah. Ia mengatakan, Rusia dan China sepakat bahwa pelanggaran hukum internasional dan piagam PBB tidak dapat dibenarkan.

Rusia dan China menentang intervensi militer di Suriah dalam 17 bulan pertumpahan darah dan memveto tiga resolusi Dewan Keamanan PBB yang didukung Barat dan negara-negara Arab untuk meningkatkan tekanan terhadap Damaskus agar menghentikan aksi kekerasan. Lavrov, yang dikutip kantor-kantor berita Rusia dalam satu pertemuan dengan diplomat penting China, berbicara sehari setelah Presiden Amerika Serikat Barack Obama, dalam beberapa pernyataan paling kerasnya, mengatakan pasukan AS dapat dikerahkan menghadapi Presiden Bashar Al Assad jika ia menggunakan senjata-senjata kimia terhadap pemberontak yang berusaha menggulingkannya.

Rusia dan China mendasarkan kerja sama diplomatik mereka pada "keperluan untuk melaksanakan dengan ketat norma-norma hukum internasional dan prinsip-prinsip Piagam PBB, dan tak mengizinkan pelanggaran terhadap peraturan itu", lapor Interfax yang mengutip pernyataan Lavrov dalam satu pertemuan dengan Penasehat Negara China, Dai Bingguo.

"Saya kira ini adalah jalan yang benar dalam situasi sekarang," kata Lavrov.

Sumber :
ANT, REUTERS
Editor :
Egidius Patnistik
Selasa, 21/05/2013 12:43 WIB

Irak Akan Ubah Strategi Keamanan

Selasa, 21/05/2013 08:32 WIB

'Serangan Teroris' di Moskwa Digagalkan