Rabu, 22 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 22 Mei 2013 | 17:16 WIB
Kemanusiaan
Israel, Ternyata "Gentar" oleh Mogok Makan
Penulis : Josephus Primus | Kamis, 9 Agustus 2012 | 21:28 WIB
Dibaca:
|
Share:

Israel, Ternyata "Gentar" oleh Mogok Makan
AFP/MAHMUD HAMS
Sanak keluarga para narapidana Palestina yang dijebloskan di penjara-penjara Israel melakukan aksi protes di kantor Komite Internasional Palang Merah (ICRC) di Gaza, Minggu (2/10). Mereka mendukung aksi mogok makan para narapidana di dalam penjara.

TERKAIT:

KOMPAS.com - Bilal Diab, seorang anggota Jihad Islam di Palestina, akhirnya bisa menghirup udara bebas. Pasalnya, pihak Israel membebaskan dia dari penjara di Jenin, di utara Tepi Barat, pada Kamis (9/8/2012).

Alhasil, mogok makan itu sukses membongkar kebijakan penjara isolasi dan larangan kunjungan keluarga yang selama ini menjadi biang keladi keluhan para narapidana Palestina.

Diab selama di penjara melakukan mogok makan selama 78 hari. Lantaran itulah, pihak Israel memilih membebaskannya. "Ini kemenangan terhadap pendudukan Israel," katanya sebagaimana warta Xinhua.

Diab dijebloskan ke bui sejak 2003 selama 80 bulan. Kemudian, ia ditangkap lagi pada 2010. Kalau dihitung, Diab adalah orang kelima yang dibebaskan Israel gara-gara mogok makan selama di penjara.

Pada 14 Mei 2012, ada 1.500 warga Palestina di penjara-penjara Israel yang melakukan mogok makan selama 28 hari. Alasan para pesakitan itu adalah kondisi penjara-penjara Israel yang jauh dari rasa kemanusiaan.

Alhasil, mogok makan itu sukses membongkar kebijakan penjara isolasi dan larangan kunjungan keluarga yang selama ini menjadi biang keladi keluhan para narapidana Palestina tersebut.

 
Editor :
Josephus Primus