MUMBAI, KOMPAS.com-India menemukan cara untuk memantau surat elektronik korporasi Blackberry tanpa perlu meminta sandi rahasia dari Research in Motion (RIM), perusahaan pembuat telepon pintar tadi yang bermarkas di Kanada itu.
Pemberitaan di Mumbai, India, sebagaimana dikutip kantor berita AFP, hari Rabu (8/8/2012) menyebutkan, langkah terobosan ini bisa mengatasi perbedaan pendapat antara RIM dengan pemerintah India.
Pemerintah India menghendaki bisa mengakses jasa surat elektronik yang khusus dan eksklusif dari Blackberry. Langkah pemerintah India ini guna mencegah aksi terorisme karena diyakini layanan khusus surat elektronik Blakcberry ini dapat saja dipakai untuk menyusun sebuah serangan terorisme.
Berbagai permintaan dengan batas waktu agar perusahaan RIM memberikan sandi khusus bagi pemerintah India, tetap saja tak digubris oleh perusahaan Kanada itu.
RIM beralasan tidak bisa memberikan sandi sangat rahasia itu karena memang menjadi kekhususan Blakcberry dan menjamin keamanan dari sistem itu.
R. Chandrashekhar, pejabat senior pada Kementerian Telekomunikasi sebagaimana dikutip Dow Jones Newswire mengatakan, pemerintah India kini yakini bisa memantau surat elektronik Blackberry tanpa perlu sandi dari RIM. Namun disebutkan rinci bagaimana surat elektronik Blackberry itu bisa dipantau.
RIM telah menawarkan memasok apa yang disebutkan "Megadata" yakni informasi menyangkut pengirim surat elektronik tadi, penerimanya, dan dari alat mana pesan tadi dikirim. Dengan demikian, otoritas bisa melacak surat elektronik tadi pada perusahaan jasa operator.
Sejumlah Negara seperti India dan Indonesia, pernah mengancam untuk menutup jasa RIM karena kesulitan bagi pejabat penegak hukum mengakses surat elektronik khusus BlakcBerry yang dikenal Blackberry Massenger (BBM) itu. Langkah ini guna mencegah berbagai aksi persiapan serangan teroris melalui BBM tadi.
