Sabtu, 18 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 18 Mei 2013 | 17:31 WIB
Timor Leste
Kabinet Timor Leste Membengkak
Penulis : Pieter P Gero | Rabu, 8 Agustus 2012 | 22:54 WIB
Dibaca:
|
Share:

Kabinet Timor Leste Membengkak
AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKA
Presiden Timor Leste Taur Matan Ruak.

DILI, KOMPAS.com - Presiden Timor Leste Taur Matan Ruak, Rabu (8/8/2012) di Dili, melantik kabinet koalisi baru di negara kecil yang bertetangga dengan Nusa Tenggara Timur (NTT) itu.

Kabinet ini semakin membengkak, dengan adanya tambahan tiga pos menteri yang baru.

Presiden Matan Ruak mengumumkan kabinet dengan 16 menteri. Enam menteri datang dari partai Kongres Nasional bagi Rekonstruksi Timor (CNRT) pimpinan PM Xanana Gusmao.

CNRT memimpin cabinet koalisi ini setelah memenangi pemilu di Timor Leste pada Juli lalu.

"Saya puas dengan struktur yang ada. Namun saya minta kepada kalian semua para menteri baru, agar bekerja efisien. Saya juga meminta kalian untuk tidak mengulangi kesalahan-kesalahan, yang dilakukan menteri-menteri sebelumnya," ujar Matan Ruak.

Tuduhan korupsi praktis diarahkan kepada kabinet sebelumnya.

Fernando "Lasama" de Araujo, Presiden Partai Demokratik yang minoritas ikut dalam koalisi setelah CNRT, gagal meraih kemenangan mayoritas, menjadi Wakil PM merangkap Menteri Kesejahteraan Sosial.

Jose Luis Guterres dari partai minoritas Frente-Mudanca, yang juga masuk dalam koalisi, ditunjuk sebagai Menteri Luar negeri.

Namun tambahan tiga pos menteri mengundang kecaman, terutama dari Partai Fretilin yang beroposisi. Fretilin berada di posisi kedua setelah CNRT dalam pemilu Juli lalu.

Adanya pos menteri baru tidak banyak bermanfaat bagi negara kecil seperti Timor Leste dengan 1,1 juta penduduk. Apalagi setengah dari mereka ini masih hidup dibawah garis kemiskinan standar internasional.

 

Editor :
Agus Mulyadi