AFP PHOTO/AHMED MAHMOUD
Tentara Mesir mengusung peti jenazah rekan-rekan mereka, yang terbunuh dalam serangan kawanan bersenjata terhadap pos perbatasan Mesir-Israel di Semenanjung Sinai, dalam sebuah upacara kenegaraan di Kairo, Selasa (7/8/2012).
KAIRO, KOMPAS.com - Sejumlah orang bersenjata menembaki pos keamanan di Al-Arish, kota di Semenanjung Sinai, Mesir, Rabu (8/8/2012), kantor berita Mesir melaporkan.
Baku tembak itu berlangsung hingga malam, namun hingga kini belum ada laporan tentang korban jiwa ataupun terluka, kata MENA. Aparat keamanan langsung menutup jalan tempat serangan terjadi.
"Orang-orang tak dikenal menembaki sebuah pos pemeriksaan di jalan utama antara Al-Arish dengan Rafah (kota yang terletak di perbatasan Mesir dengan Israel)," kata MENA dalam laporan yang juga dilansir televisi pemerintah.
Serangan Rabu ini merupakan yang ke-29 sejak pemberontakan terhadap Mubarak pecah, menurut MENA. Serangan sebelumnya, Minggu (5/8/2012), menyebabkan 16 tentara penjaga perbatasan tewas dan orang-orang bersenjata itu sempat mencuri dua kendaraan lapis baja lalu menerobos masuk wilayah Israel.
Situs berita Al-Ahram melaporkan, pertempuran antara gerombolan bersenjata dengan aparat keamanan terjadi di tiga pos pemeriksaan di Al-Arish. Dalam salah satu insiden, seorang warga terluka ketika menonton dari balkon rumahnya.
Pada hari yang sama, Kota Al-Arish juga diwarnai unjuk rasa warga yang menuntut perlindungan setelah terjadi sejumlah serangan di kota itu. Sambil menyerukan "Allahu Akbar", para demonstran berkumpul di depan kantor gubenur, seorang saksi mata mengatakan pada Reuters.