Senin, 24 November 2014

News / Internasional

Rencana Serangan Bunuh Diri Digagalkan

Kamis, 2 Agustus 2012 | 10:47 WIB

KABUL, KOMPAS.com - Lima gerilyawan yang berencana melakukan serangan bunuh diri di Kabul terbunuh dalam sebuah baku tembak menjelang fajar, kata seorang pejabat keamanan Afganistan, Kamis (2/8/2012).

Setidaknya dua orang bersenjata lainnya masih terkurung di sebuah rumah di wilayah timur ibukota Afganistan itu dan pertempuran masih berlangsung, kata Lutfullah Mahsal, juru bicara Direktorat Keamanan Nasional.

Seorang juru bicara militer NATO di Afganistan membenarkan tentang adanya "sebuah insiden (serangan) sedang terjadi di Kabul", tanpa mengungkap lebih detail kejadian tersebut.

"Sekelompok gerilyawan mengenakan rompi (bom) bunuh diri, roket, dan senapan mesin berencana merebut sebuah gedung tinggi di kawasan Shar-i-Naw di pusat kota Kabul," jelas Mahsal.

Berdasarkan informasi intelijen, aparat keamanan menyerbu sebuah rumah di kawasan Pul-e-Charkhi dan terjadi baku tembak," lanjutnya. "Baku tembak itu berlangsung hingga kini sejak dini hari tadi."

Sejauh ini, lima orang tewas dan dua atau lebih lainnya masih bertempur," ujar Mahsal yang menambahkan bahwa sebuah kendaraan jenis mini-van penuh bahan peledak ditemukan di rumah itu.

Pada 15 April silam, dalam sebuah serangan terkoordinasi terbesar di Kabul dalam 10 tahun masa perang, tiga skuad penyerang bunuh diri menguasai sejumlah gedung bertingkat yang tengah dibangun dan menembaki kantor-kantor pemerintah, kedutaan asing, dan pangkalan militer. Pertempuran itu menewaskan 51 orang, termasuk 36 penyerang.

Baku tembak Kamis pagi ini terjadi menyusul laporan NATO tentang meningkatnya serangan gerilyawan dalam beberapa bulan terakhir serta makin seringnya kerusuhan kawasan sekitar Kabul.

Pekan lalu, Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) NATO mengatakan serangan-serangan di kuartal pertama tahun ini meningkat 11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada Juni saja, terjadi serangan terbanyak dalam dua tahun, yakni lebih dari 100 serangan sehari di seluruh Afganistan, termasuk baku tembak, bom jalanan, kata koalisi pimpinan AS itu.

Pada Rabu (1/8/2012), para gerilyawan menembak mati tujuh warga Afganistan di dua area karena bekerja untuk orang Barat, ungkap pejabat Afganistan. Sementara itu empat tentara NATO dan seorang penerjemah tewas akibat bom pinggir jalan.

Sebelumnya, kelompok Taliban memperingatkan bahwa mereka akan memulai serangan tahunan musim panas dan menargetkan warga Afganistan yang bekerja untuk organisasi asing.


Editor : Kistyarini
Sumber: