Muncul Setelah Menghilang 23 Tahun
- Penulis :
- Simon Saragih
- Rabu, 1 Agustus 2012 | 15:22 WIB
DHAKA, KOMPAS.com — Selama 23 tahun, keluarga di Banglades mengira dia sudah tewas. Namun belum lama ini, pada Mei 2012 lalu, muncul sebuah panggilan yang tak diketahui sumbernya, memberi tahu pejabat lokal bahwa orang ini hidup dan sedang dipenjara di Pakistan.
Pada Selasa (31/7/2012), Moslemuddin Sarkar (52), yang menghilang sejak 1989, pulang ke rumahnya. Para pejabat Pakistan membebaskan pria ini dari sebuah penjara di Karachi pada hari Senin malam dan langsung mendeportasinya.
Sarkar, yang berjenggot serta memiliki tatapan mata yang tajam tetapi tampil lusuh, keluar dari bandara di Dhaka, kemudian dipeluk saudaranya, Sekandar Ali. "Saya sungguh tak percaya bahwa kamu masih hidup dan telah kembali," kata Ali.
Sarkar tetap terdiam dan tanpa sadar meneteskan air mata yang mengalir di pipi. "Saudaraku, ayo ke rumah. Ibu sedang menunggumu," lanjut Ali.
Sarkar meninggalkan rumahnya di suatu pagi tahun 1989 setelah melakukan kunjungan singkat. Saat itu dia mengatakan harus kembali ke pekerjaan sebagai pekeja di dok pelabuhan utama Banglades, Chittagong. Sejak itu keluarga tidak pernah mendengar lagi kabarnya hingga Komite Internasional Palang Merah menemukannya di penjara Karachi setelah muncul sebuah panggilan telepon dari seseorang tak dikenal.
Setelah menghilang, Ali mendatangi pelabuhan untuk mencarinya, tetapi mendapati berita bahwa Sarkar tak pernah kembali ke lokasi tempat dia bekerja. "Kami menunggu bulan demi bulan, tahun demi tahun, dan akhirnya terpikir bahwa dia sudah tiada lagi. Soalnya sama sekali tidak ada kabar darinya," kata Ali.
Setiba di rumahnya, Sarkar enggan menuturkan apa yang terjadi sehingga berakhir di penjara di Karachi. "Saya menyeberangi perbatasan India tahun 1989 dan pergi ke New Delhi setelah sempat bermukim di Negara Bagian Assam dan Meghalaya di India. Kemudian saya menikah di India. Namun, saya tertangkap di sepanjang perbatasan India-Pakistan saat mencoba memasuki Pakistan tahun 1997. Saya tidak memiliki dokumen perjalanan," kata Sarkar.
Sarkar menambahkan, dia dipenjara selama 15 tahun, tanpa mau memberikan penjelasan rinci. "Biarlah saya menemui Ibu saya dulu. Saya akan bercerita kemudian." Pakistan dan India memiliki hubungan pahit. Sering terjadi aksi penangkapan di perbatasan, terhadap orang yang akhirnya berujung di penjara. Masih ada ratusan orang lagi yang ditangkap dan dipenjarakan tanpa kejelasan.
Berita Terkait
Topik Pilihan:
Kamis, 20 Juni 2013 | 08:44 WIB
Tepuk Tangan 'Menular' karena Tekanan Sosial
