Semua Negara di Afrika Catat Pertumbuhan Ekonomi
- Penulis :
- Pieter P Gero
- Selasa, 31 Juli 2012 | 23:14 WIB
JOHANNESBURG, KOMPAS.com - Biasanya selalu saja ada Negara Afrika yang mencatat pertumbuhan ekonomi negatif alias berindikasi merah. Namun ekonom Bank Pembangunan Afrika, Selasa (31/7/2012) menegaskan, negara-negara Afrika tetap mencatat pertumbuhan positif sekalipun ditengah krisis ekonomi yang melanda Eropa yang tetap menghantui pertumbuhan di benua Afrika.
Mthuli Ncube, kepala ekonom dan Wakil Presiden Bank Pembangunan Afrika kepada kantor berita AFP menegaskan, ini sebuah sejarah semua Negara Afrika mencatat pertumbuhan ekonomi positif. "Tak ada sebuah negara di Afrika pun yang merah," ujarnya.
Hanya saja angka yang disampaikan ini belum termasuk dua negara yakni Somalia dan Sudan Selatan yang masih terus terlibat aksi kerusuhan.
"Pertumbuhan terendah terjadi di Swaziland dengan 0,8 persen. Begitu juga di Afrika Utara, Tunisia mencatat pemulihan, Mesir pulih, Libya pulih meyakinkan," ujar Ncube saat menyajikan perkiraan pertumbuhan bank pembangunan Afrika untuk pertengahan tahun 2012 dan pertengahan 2013.
Negara-negara Afrika yang diketahui buruk kinerjanya mencatat pertumbuhan yang sedikit lebih baik dibanding pertumbuhan ekonomi di Eropa. Hanya saja, krisis Eropa membuat jumlah turis ke Afrika berkurang, demikian pula akan menekan ekspor bahan baku dari sejumlah Negara Afrika ke Eropa. Krisis Eropa juga akan menekan investasi dan hibah dan ini tetap masih menjadi ancaman bagi Afrika
"Setiap penurunan pertumbuhan satu persen PDB di Eropa akan menekan setengah persen pertumbuhan PDB di Afrika," ujar Ncube.
Dilaporkan, Libya akan mencatat pertumbuhan tertinggi pada pertengahan 2012 dan 2013 sekitar 14,8 persen. Hal ini karena Libya praktis mencatat penurunan PDB hampir 40 persen akibat perang saudara di sana tahun lalu.
Sementara negara-negara lainnya seperti Pantai Gading, Zambia, Ethiopia, Rwanda, Angola, Mozambik, Ghana dan Liberia akan mencatat pertumbuhan antara 7 sampai 8 persen. Posisi akan banyak membantu terciptanya lapangan kerja di negara Afrika.
Berita Terkait
Topik Pilihan:
Selasa, 18 Juni 2013 | 10:39 WIB
Pentagon Rilis Daftar Tahanan Abadi Guantanamo
