Senin, 20 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 20 Mei 2013 | 01:01 WIB
PENCARI SUAKA
Australia Merasa Diakali
Kamis, 12 Juli 2012 | 08:23 WIB
|
Share:
Australia Merasa Diakali AFP PHOTO/MV Bison/Australian Maritime Safety Authority (AMSA) Foto yang diambil kru kapal MV Bison Express, dan dirilis Otoritas Keselamatan Maritim Australia (AMSA), menunjukkan kapal kecil disesaki lebih dari 100 pencari suaka ke Australia. Kapal itu terbalik dan tenggelam di 107 mil laut utara Pulau Christmas, Australia, Rabu (27/6/2012). MV Bison Express dan dua kapal dagang lain serta dua kapal AL Australia berhasil menyelamatkan 123 penumpang.

CANBERRA, KOMPAS.com - Pihak oposisi di Australia menganggap pihak berwenang Australia akhir-akhir ini telah diakali para penyelundup manusia yang membawa rombongan pencari suaka ke ”Negeri Kanguru” itu.

Dalam dua hari terakhir, kapal-kapal Angkatan Laut dan Penjaga Perbatasan Australia dikirim untuk membantu dua kapal pembawa pencari suaka yang meminta bantuan meskipun di salah satu kapal itu tak ada tanda- tanda kerusakan apa pun.

Insiden tersebut memperkuat kecurigaan bahwa para penyelundup manusia menggunakan modus operasi meminta pertolongan pihak berwenang Australia seolah-olah kapal mereka dalam kondisi bahaya. Padahal, kondisi mereka aman- aman saja dan sekadar memanfaatkan kapal-kapal Australia itu untuk membawa para pencari suaka ke Pulau Christmas.

Juru bicara pihak oposisi soal imigrasi, Scott Morrison, mengatakan, ini merupakan krisis baru bagi pemerintahan yang dipegang Partai Buruh.

”Kapal AL Australia sekarang ini praktis digunakan sebagai mobil derek bagi penyelundup manusia guna membawa penumpang mereka ke Pulau Christmas,” kata Morrison, seperti dikutip kantor berita Australia AAP, Rabu (11/7/2012).

Kalah selangkah


Selasa malam, sebuah kapal pembawa pencari suaka mengeluarkan tiga peringatan tanda bahaya sekitar 100 mil laut arah utara Pulau Christmas. Kapal AL Australia HMAS Childers tiba di lokasi hari Rabu dan menemukan 65 pencari suaka di kapal itu.

Sebelumnya, HMAS Childers juga mendatangi kapal lain yang meminta pertolongan. Namun, saat ditemukan, kapal berisi 81 orang itu tak dalam bahaya. Taktik serupa juga dipakai kapal pembawa 180 pencari suaka, pekan lalu. Jika tuduhan oposisi ini benar, berarti pemerintahan Partai Buruh kalah selangkah lagi dalam menghadapi penyelundup manusia.

Menyusul tekanan dari berbagai pihak mengenai penahanan para awak kapal di bawah umur asal Indonesia, sehingga sebagian kemudian dibebaskan, pihak imigrasi Australia beberapa minggu lalu mencurigai bahwa sekarang hanya awak di bawah umur yang dipekerjakan membawa para pencari suaka ke Australia.

L Sastra Wijaya, Koresponden Kompas di Australia

Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Kistyarini