Senin, 20 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 20 Mei 2013 | 10:02 WIB
Restoran di Sydney Tutup karena Pelanggan Rakus
Penulis : L Sastra Wijaya | Kamis, 5 Juli 2012 | 11:33 WIB
|
Share:
Restoran di Sydney Tutup karena Pelanggan Rakus AP Photo/Rob Griffith ilustrasi

SYDNEY, KOMPAS.com - Sebuah restoran Jepang di Sydney (Australia) Wafu memutuskan untuk menghentikan bisnisnya karena menurut pemiliknya, Yukako Ichikawa, para pelanggan banyak yang "rakus" dan tidak "mengindahkan peraturan yang dibuatnya."     

Restoran Wafu ini beroperasi dikawasan Surry Hills dalam lima tahun terakhir, namun di tahun-tahun belakangan, hanya diperuntukkan mereka yang menjadi anggota saja. Para anggota tersebut harus mematuhi aturan restoran, misalnya untuk tidak menyisakan makanan yang sudah disajikan dan membawa kotak makanan sendiri dari rumah, bila ada makanan yang tersisa.

Menurut laporan korespoden Kompas di Australia, L. Sastra Wijaya, restoran ini pada awalnya pernah disebut sebagai restoran paling ekslusif di Sydney karena hanya mereka yang pernah menjalani "orientasi" yang bisa menjadi anggota untuk makan di restoran tersebut.

Namun hari Rabu (4/7/2012), koki Ichikawa memutuskan menutup restorannya dan memberikan alasan penutupan di situs restoran tersebut. "Pertama banyak pelanggan baru, dan bahkan beberapa anggota, yang masuk ke Wafu tanpa membawa kotak makanan sendiri." tulis koki wanita tersebut.     

"Saya tidak bisa menerima orang-orang seperti ini. Penolakan terhadap aturan yang paling sederhana ini menunjukkan bahwa cara Wafu tidak dihormati. Ini tidak bisa diterima." demikian laporan situs smh.com.au.     

"Selain itu juga, saya sedih melihat orang-orang yang setelah makan mengatakan bahwa mereka "KENYANG". Mungkin maksudnya memuji, namun bagi saya ini berarti mereka sengaja merusak tubuh sendiri, dengan menghabiskan makanan dengan makan terlalu banyak."

Menurut Ichikawa, ini juga berarti para pelanggan tersebut tidak mengerti filosofi Wafu, dan tidak mau berusaha untuk memaham apa falsafah tersebut. "Sebagai sebuah bisnis, Wafu akan tetap hidup bila saya tetap menerima orang-orang egois dan rakus seperti ini. Namun saya tidak bisa melakukannya. Wafu lebih dari sekedar bisnis bagi saya." tambah Yukako Ichikawa.     

Ichikawa juga menulis bahwa "dampak krisis ekonomi dunia" menjadi salah satu alasan penutupan restorannya dan juga mengkritik semakin banyaknya orang yang tergantung pada makanan cepat saji (fast food). "Sedih melihat orang-orang berjalan sambil mengunyah makanan cepat saja, dengan mulut menganga lebar. Sedih melihat banyaknya penikmat fast food ini di jalan-jalans setiap hari." tambah Ichikawa.     

Restoran Wafu merupakan salah satu restoran di Sydney yang tutup dalam bulan-bulan belakangan. Beberapa restoran top seperti The Berowra Waters Inn, Ad Lib, Bilson's, Cotton Duck, Montpellier Public House, Bird Cow Fish, dan Tabou sudah bangkrut.     

Dengan penduduk sekitar 4 juta jiwa, diperkirakan di Sydney terdapat sekitar 12 ribu restoran. Besarnya biaya operasi dan juga pajak menjadi salah satu alasan penutupan restoran disamping biaya hidup yang semakin meningkat di Australia yang memaksa banyak rumah tangga mengurangi pengeluaran mereka, termasuk untuk makan di luar.

Editor :
Rusdi Amral