Iran Yakin Bisa Hancurkan Semua Pangkalan AS di Timteng - Kompas.com

Iran Yakin Bisa Hancurkan Semua Pangkalan AS di Timteng

Kompas.com - 05/07/2012, 06:02 WIB

TEHERAN, KOMPAS.com - Iran mengancam akan menghancurkan pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah dan menjadikan Israel sebagai sasaran cuma dalam beberapa menit setelah diserang, kata media Iran, Rabu (4/7/2012). Sementara itu Pengawal Revolusi Iran memperpanjang uji-coba penembakan rudal balistik pada hari ketiga, Rabu.

Israel telah mengisyaratkan kemungkinan menyerang Iran jika diplomasi gagal menghasilkan dihentikannya program nuklir Iran. Amerika Serikat juga telah membicarakan aksi militer sebagai pilihan terakhir, meskipun sering membujuk Israel untuk memberi waktu agar sanksi ekonomi yang ditingkatkan berhasil terhadap Iran.

"Semua pangkalan ini berada dalam jangkauan rudal kami, dan tanah pendudukan (oleh Israel) juga adalah sasaran bagus buat kami," kata Amir Ali Haji Zadeh, Komandan Divisi Udara Pengawal Revolusi, sebagaimana dikutip kantor berita Fars.

Haji Zadeh menyatakan 35 pangkalan AS berada dalam jangkauan rudal balistik Iran, yang paling canggih yang telah dikatakan para komandan bisa mengenai sasaran yang berjarak 2.000 kilometer.

"Kami telah mengukur jarak untuk mendirikan pangkalan dan menggelar rudal guna menghancurkan semua pangkalan ini dalam beberapa menit setelah serangan," ia menambahkan sebagaimana dilaporkan Reuters.

Tidak jelas dari mana Haji Zadeh memperoleh ukurannya mengenai pangkalan AS di wilayah tersebut. Instalasi militer AS di Timur Tengah berada di Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait dan Turki, dan AS memiliki sebanyak 10 pangkalan lagi di Afghanistan serta Kyrgyzstan.

Banyak pengamat pertahanan seringkali ragu mengenai apa yang mereka gambarkan sebagai pernyataan militer yang dibesar-besarkan oleh Iran dan mengatakan kemampuan militer negara Persia tersebut takkan bisa menandingi sistem pertahanan AS yang canggih.

Media Iran melaporkan ujicoba rudal yang berlangsung tiga hari dalam pelatihan militer yang dijuluki "Great Prophet 7", yang melibatkan puluhan rudal dan pesawat tanpa awak buatan dalam negerinya yang berhasil menghancurkan pangkalan udara dalam simulasi.

Korps Pengawal Revolusi Iran menguji-tembak rudal  Shahab 1,2,3, Fateh, Tondar, Zelzal, Khalij-e-Fars dan Qiam selama pelatihan militer "Great Prophet 7" itu.

EditorKistyarini