Sabtu, 25 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 25 Mei 2013 | 12:50 WIB
MESIR
Presiden Mohamed Mursi Dilantik
Penulis : Kistyarini | Sabtu, 30 Juni 2012 | 19:53 WIB
|
Share:
Presiden Mohamed Mursi Dilantik AFP PHOTO/HO Presiden Mesir Mohamed Mursi berpidato di hadapan puluhan ribu rakyat Mesir di Lapangan Tahrir, Kairo, pada malam menjelang pelantikannya, Jumat (29/6/2012). Dalam pidatonya, Mursi bersumpah akan menjadikan Mesir sebuah negara yang inklusif, yang merangkul semua golongan, etnis dan agama, juga menghilangkan semua bentuk diskriminasi.

KAIRO, KOMPAS.com - Mohamed Mursi dilantik sebagai Presiden Mesir di Mahkamah Konstitusi, Kairo, pada Sabtu (30/6/2012). Mursi merupakan presiden sipil sekaligus yang pertama dipilih secara demokratis melalui pemilihan umum. Dia juga presiden pertama dari kubu Islamis pertama yang memimpin negara berpenduduk paling banyak di Arab itu.

Mantan pemimpin Ikhwanul Muslimin itu bersumpah bahwa di bawah kepemimpinannya Mesir akan menjadi sebuah negara yang inklusif. Dalam pidatonya di Lapangan Tahrir, malam menjelang pelantikan, Jumat (29/6/2012), dia merangkul semua golongan, termasuk warga minoritas Kristen.

Dia berjanji menjadikan Mesir sebuah "negara madani" dalam pidato yang ditujukan pada "dunia bebas, Arab, Muslim..., umat Muslim Mesir, umat Kristen Mesir".

Dia juga bersumpah akan menjunungg tinggi tujuan-tujuan revolusi Mesir yang berhasil menggulingkan Presiden Hosni Mubarak tahun lalu serta membagi kekuasaan dengan partai lain.

Mursi seolah menantang kekuasaan Dewan Agung Militer (SCAF) yang berusaha menancapkan kekuasaan. Pada Jumat kemarin, Mursi menegaskan pendiriannya di hadapan ribuan rakyat yang mengelu-elukannya.

"Kalian adalah sumber kekuasaan dan legitimasi. Tidak ada tempat bagi siapapun atau institusi apapun... di atas tekad ini," katanya.

Sebelum Mursi, presiden-presiden Mesir berasal dari militer. Dalam pilpres lalu, Mursi mengalahkan Ahmed Shafik, perdana menteri terakhir Mubarak, yang juga berasal dari militer.

Mursi menjadi kandidat dari Ikhwanul Muslimin setelah kandidat utama Khairat El-Shater didiskualifikasi. Banyak yang menilai Mursi sebagai pengganti yang tidak kharismatik dan tidak akan mampu menggalang dukungan luas.

Namun Ikhwanul Muslimin berhasil memobilisasi dukungan untuk Mursi yang tahun lalu terpilih untuk memimpin Partai Kebebasan dan Keadilan, sayap politik Ikhwanul Muslimin.

Mursi bersumpah untuk membentuk institusi kepresidenan yang inklusif, "yang memasukkan semua kekuatan, calon-calon presiden, perempuan, kaum Salafi, dan warga (Kristen) Koptik", serta mengakhiri sebuambentuk "diskriminasi terhadap warga Mesir berdasarkan agama, etnis, ataupun gender."

Dalam salah satu kampanyenya, Mursi, dengan orasi yang berapi-api, menjanjikan kepresidenan berlandaskan Islam, tetapi bukan sebuah teokrasi.

Dilahirkan di Sharqiya, sebuah provinsi di Delta Sungai Nil, Mursi meraih gelar sarjana teknik dari Universitas Kairo pada 1975. Dia mendapat gelar doktor dari University of Southern California, Los Angeles, Amerika Serikat. Suami dari Naglaa Ali Mahmood itu sempat menjadi asisten dosen di universitas itu pada 1982.

Dua dari lima anaknya lahir di Amerika. Dengan demikian keduanya juga memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat.

Sumber :
AFP
Editor :
Kistyarini