Minggu, 26 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 26 Mei 2013 | 14:57 WIB
Tak Ada Lagi Tertawa Terbahak-Bahak di Sheetal Talao
Penulis : Pieter P Gero | Selasa, 26 Juni 2012 | 22:14 WIB
|
Share:

Tak Ada Lagi Tertawa Terbahak-Bahak di Sheetal Talao
historikorders
ilustrasi

MUMBAI, KOMPAS.com - Sejak pekan lalu, tidak terdengar lagi suara tawa terbahak-bahak di sekitar Sheetal Talao, sebuah kawasan di pinggiran Mumbai, India.

Suara tertawa ini sebelumnya datang dari anggota Sheetal Jogging Association, yang sudah selama tiga tahun ini menerapkan yoga berupa tertawa, beryanyi, dan olahraga ringan.

Suara tertawa terbahak-bahak, suara tertawa lepas ini memang baik bagi anggota Sheetal Jogging Association (SJA), tetapi tidak bagi Vinayak Shirsat yang tinggal di atas lokasi tempat yoga.

Kepada pengadilan, sebagaiman dikutip kantor berita India Press Trust India (PTI), Vinayak menuntut joga tertawa ini dihentikan, karena menyebabkan keluraganya "terganggu mental, menderita dan mengalami gangguan".

Pengadilan Mumbai pada 18 Juni lalu memerintahkan polisi, untuk menghentikan suara tertawa keras dari lantai bawah apartemen Vinayak. "Tidak ada lagi yang tertawa kini," ujar Badruddin Khan, anggota kelompok yoga.

Memang sulit untuk bisa mendapat lahan terbuka untuk melakukan yoga, meditasi, dan latihan ringan di Mumbai, ibu kota bisnis India yang padat itu. Akibatnya, lahan kecil di depan apartamen Vinayak yang berlantai tiga itu dijadikan tempat latihan, termasuk yoga dengan tertawa lepas.

"Hanya lahan ini yang bisa kami pakai. Mau ke mana lagi," ujar Prabhakar Naidu (45), yang juga mengikuti yoga tertawa dan penyakitnya kini kian membaik.

Naidu mengalami gangguan pada kakinya, sehingga kesulitan terutama saat menaiki tangga. Kini gangguan itu mulai sirna setelah tertawa.

Sebelum polisi menghentikan kegiatan ini, belasan anggota klub memulai yoga mereka dengan tersenyum untuk merenggangkan wajah. "ho ho, ha ha," demikian suara yang terdengar keras. Mereka lalu membentang tangannya, dan kemudian mengangkat ke langit, sembari membuka mulut dan tertawa lepas dan lebar.

Kamal Ahmad Khan (60), seorang dokter di lokasi latihan, mengatakan, tertawa membawa perdamaian dan menyehatkan badan. Repotnya, aksi yoga ini dimulai setiap pukul 07.00. Diawali dengan bernyanyi Bhajans, sebuah lagu devosi dan bertepuk tangan selama tujuh menit. Mereka kemudian tertawa terbahakbahak selama dua menit.

Semua aksi yoga ini rupanya berlangsung terlalu pagi ataupun terlampau keras, sehingga mengganggu warga sekitarnya apalagi penghuni apartemen. Apalagi kalau banyak dari penghuni apartemen itupulang larut malam dan baru saja lelap tertidur pada pukul 07.00.

Jadi, ada yang mungkin sehat dengan tertawa lepas, tetapi ada yang stres, sakit, terganggu karena tertawa lepas yang keras tadi. Hidup memang serba salah.

 

Editor :
Agus Mulyadi