Selasa, 26 Juni 2012

News

Sepanjang Malam Terbang di Samping Jenazah

  • Selasa, 26 Juni 2012 | 08:17 WIB
Ilustrasi | shutterstock

STOCKHOLM, KOMPAS.com - Seorang perempuan Swedia mengatakan, dia harus terbang sepanjang malam berdekatan dengan jenazah.

Penerbangan itu cukup panjang, dari Eropa ke Tanzania. Pasalnya, penumpang yang duduk di kursi di dekatnya meninggal dunia tidak lama setelah pesawat lepas landas.

Lena Pettersson, reporter dari Sveriges Radio itu, mengatakan, lelaki yang duduk di sampingnya mengalami kejang sebelum pesawat Kenya Airways lepas landas dari Amsterdam, Belanda. Pesawat itu tetap saja melanjutkan penerbangan.

Beberapa jam kemudian, penumpang itu meninggal ketika pesawat sedang berada di angkasa. Pettersson mengatakan, dia harus berdekatan dengan jenazah, hanya dipisahkan gang kabin pesawat tersebut. ”Memang ini tidak menyenangkan, tetapi saya bukan orang yang mau membuat keributan,” ujar Pettersson.

Tidak lama kemudian, dia memutuskan mencari kompensasi atas kejadian langka tersebut. Beberapa bulan setelah mengirimkan surat elektronik kepada maskapai penerbangan tersebut, akhirnya dia mendapatkan kompensasi sebesar 713 dollar AS atau sekitar Rp 6,8 juta. Angka ini sekitar separuh dari harga tiket.

Sumber : Kompas Cetak
Editor : Egidius Patnistik

Berita Terkait

[x] close