Rabu, 22 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 22 Mei 2013 | 02:19 WIB
Mesir Tegang Menunggu Presiden Baru
Minggu, 24 Juni 2012 | 16:29 WIB
|
Share:
Mesir Tegang Menunggu Presiden Baru AFP PHOTO/MARWAN NAAMANI Pendukung calon presiden Ahmad Shafiq, perdana menteri di era Hosni Mubarak, mengibarkan bendera nasional Mesir saat berunjuk rasa di Nasr City, di luar kota Kairo, Sabtu (23/6/2012). Hasil pemilihan presiden Mesir rencananya diumumkan pada Minggu (24/6/2012) waktu setempat.

KAIRO, KOMPAS.com - Rakyat Mesir akan mengetahui presiden baru mereka hari ini, Minggu (24/6/2012) waktu setempat, setelah pengumuman hasil pemilihan presiden ditunda selama empat hari. Sementara itu kedua kandidat presiden sama-sama mengklaim memenangi pilpres yang digelar pekan lalu itu.

Komisi pemilihan umum tengah mengawal perolehan suara antara capres dari Ikhwanul Muslimin (IM) Mohamed Mursi dan Ahmad Shafiq, perdana menteri terakhir di rezim Hosni Mubarak. Komisi pemilu direncanakan mengumumkan hasilnya pada Minggu sekitar pukul 15.00 waktu setempat.

"Mesir akan mengetahui presidennya hari ini," begitu berita utama harian independen Al-Shorouk dan surat kabar liberal Al-Wafd.

Sementara itu harian Al-Masry Al-Youm memilih judul, "Mesir menahan napas dan berdebar menunggu vonis komisi pemilu."

Pada Sabtu (23/6/2012), dua demonstrasi besar menunjukkan pertarungan antara Mursi dan Shafiq yang membelah bangsa itu.

Ribuan pendukung IM memenuhi Alun-alun Tahrir untuk mengantisipasi kemenangan calon mereka. Sementara itu pendukung Shafiq berkumpul kawasan Nasr City sambil membawa foto Shafiq dan ketua Dewan Agung Militer (SCAF) Hussein Tantawi. Mereka meneriakkan, "rakyat dan militer bersatu".

Pengamanan di Kairo diperketat untuk mengantisipasi kerusuhan saat hasil pilpres diumumkan, kata pejabat kementerian dalam negeri kepada AFP.

Hasil pilpres seharusnya diumumkan Kamis (19/6/2012), namun pengumuman itu ditunda. Hal itu menimbulkan kecurigaan hasil pilpres bakal dinegosiasikan, bukan dihitung.

Meskipun di muka publik, SCAF dan IM berseteru, kedua pihak sebenarnya berunding di balik layar, kata sebuah sumber kepada AFP.

Pada Jumat, SCAF memperingatkan, pihaknya akan mengambil langkah "sangat tegas" terhadap setiap upaya untuk mengganggu kepentingan publik.

Sementara itu IM memperingatkan soal "permainan" terhadap hasil pemilu. Namun IM menyatakan tidak akan memicu kerusuhan.

Sumber :
AFP
Editor :
Kistyarini