Sabtu, 18 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 18 Mei 2013 | 12:14 WIB
Sengketa
Tiga di Belakang Flame
Penulis : Josephus Primus | Kamis, 21 Juni 2012 | 20:41 WIB
|
Share:
Tiga di Belakang Flame Kaspersky Area sebaran dan jumlah kasus malware Flame
Foto:

KOMPAS.com - Iran masih menjadi seteru sekutu memang. Baku tegang antara keduanya bakal makin memanas lantaran komentar teranyar Menteri Intelijen Iran Heidar Moslehi.

Flame dibangun untuk merusak peranti lunak jaringan internet Iran yang mengetengahkan kemampuan pengayaan uranium Iran.

Seturut warta Press TV pada Kamis (21/6/2012), Moslehi mengatakan tiga negara yakni Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Israel berada di belakang rencana serangan ke dunia maya Iran bertajuk Flame. "Serangan masif terhadap fasilitas-fasiltas Iran itu akan berlangsung setelah pembicaraan nuklir di Moskwa," kata Moslevi di Tehran.

Sejatinya, pembicaraan nuklir antara Iran dengan AS, Inggris, China, Perancis, Rusia plus Jerman yang berlangsung di Moskwa berakhir tanpa hasil, Selasa (19/6/2012). Seluruh pihak berencana bertemu lagi di Istanbul Turki pada Juli mendatang. Perhelatan ini akan dihadiri pejabat-pejabat ahli nuklir. "Ketiga negara masih mencari cara merealisasikan serangan. Tapi, kami sudah bersiap," kata Moslehi.

Media The Washington Post pada Rabu kemarin melaporkan kalau AS dan Israel memang bergabung dalam program virus komputer berjudul Flame. Proyek itu nyata membidik kemampuan nuklir Iran.

Sama seperti virus Stuxnet, Flame dibangun untuk merusak peranti lunak jaringan internet Iran yang mengetengahkan kemampuan pengayaan uranium Iran. Pihak Iran mengatakan, sejak Mei, sudah mengidentifikasikan adanya virus Flame yang membidik industri minyaknya. "Kami sudah menyiapkan antivirusnya," kata Kepala Organisasi Teknologi Informasi Iran Ali Hakim Javadi.

Editor :
Josephus Primus