BBC Indonesia
Jenazah Pangeran Nayef tiba di Jeddah dalam penerbangan dari Jenewa.
KOMPAS.com — Jenazah putra mahkota Arab Saudi, Nayef bin Abdulaziz al-Saud, dimakamkan di Mekkah setelah dishalatkan di Masjid al-Haram pada Minggu (17/6/2012).
Raja Abdullah dan sejumlah anggota keluarga kerajaan turut melakukan shalat jenazah. Sebelumnya, jenazah putra mahkota Nayef bin Abdulaziz al-Saud diterbangkan dari Geneva, Swiss, tempat ia menjalani perawatan kesehatan.
Menurut wartawan BBC urusan dunia Arab, Sebastian Usher, putra mahkota dimakamkan sesuai dengan tradisi aliran Islam Wahhabi.
Makamnya tidak ditandai dengan batu nisan bertuliskan nama dan tanggal kematian, tetapi hanya ditandai dengan sebuah batu polos di antara makam-makam serupa di Mekkah, lapor Sebastian Usher.
Pangeran Nayef diangkat menjadi putra mahkota pada Oktober 2011 setelah putra mahkota sebelumnya, Sultan bin Abdul Aziz, meninggal dunia.
Penghormatan
Pangeran Nayef menjabat sebagai wakil perdana menteri dan menteri dalam negeri. Dia meninggalkan Arab Saudi untuk berlibur dan menjalani tes kesehatan bulan lalu.
Namun, pada awal Juni lalu lalu wakil menteri dalam negeri mengatakan bahwa Pangeran Nayef dalam keadaan baik dan akan segera kembali ke Saudi.
Para pemimpin dunia telah menyampaikan belasungkawa dan penghormatan atas kematian putra mahkota kerajaan. Perdana Menteri Inggris David Cameron menyampaikan penghormatan atas "kepemimpinan dan dedikasi" pangeran.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengatakan, di bawah kepemimpinan Pangeran Nayef "Amerika Serikat dan Arab Saudi mengembangkan kemitraan kuat dan efektif dalam memerangi terorisme".
Kerajaan Arab Saudi sejauh ini belum mengumumkan siapa yang akan ditunjuk sebagai putra mahkota.

