Minggu, 26 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 26 Mei 2013 | 07:20 WIB
"Anak Hutan" Itu Ternyata Kabur dari Belanda
Jumat, 15 Juni 2012 | 19:03 WIB
|
Share:
"Anak Hutan" Itu Ternyata Kabur dari Belanda AFP Ray, remaja hutan misterius yang muncul di Berlin, Jerman tahun lalu dan tidak tahu siapa dirinya.

DEN HAAG, KOMPAS.com - "Anak hutan" misterius yang muncul di Berlin, Jerman, tahun lalu dan mengaku hidup di hutan selama bertahun-tahun ternyata seorang remaja Belanda yang kabur dari rumah sembilan bulan lalu, kata kepolisian, Jumat (15/6/2012).

"Saya bisa memastikan bahwa pemuda 20 tahun dari Hengelo," kata Chantal Westerhoff, juru bicara kepolisian kota di wilayah barat laut Belanda itu.

Dia meninggalkan rumah pada September 2011 tanpa memberitahu ayah atau ibu tirinya tujuannya. Pasangan itu kemudian melaporkan kepergian putranya ke polisi. "Mereka sangat khawatir," ucap Westerhoff.

Dalam kisah yang menarik perhatian dunia, anak muda itu tiba-tiba muncul di balai kota Berlin pada 5 September 2011. Dia mengaku bernama "Ray" dan hidup di hutan bersama ayahnya selama lima tahun.

Dia berbicara dalam bahasa Inggris dan sedikit Jerman, waktu itu dia mengaku ayahnya meninggal tiba-tiba pada bulan Agustus dan dia memakamkan ayahnya di hutan sebelum berjalan ke arah utara selama lima hari untuk mencapai Berlin.

Polisi tidak pernah menemukan jenazah ayah Ray. Mereka juga tidak mempercayai ceritanya dan pada Selasa (12/6/2012) lalu merilis foto remaja itu serta meminta informasi tentang kasus tersebut.

Dia diidentifikasi setelah seorang temannya di Hengelo, kota yang dekat dengan perbatasan Jerman, mengenalinya dan menginformasikannya pada aparat berwenang yang kemudian mengontak kepolisian Jerman.

Polisi langsung menghubungi ibu tirinya, sebab ayahnya sudah meninggal. Sang ibu memastikan identitasnya. "Ibu tirinya mengenalinya seratus persen," jelas juru bicara kepolisian Hengelo. Namun kepolisian wilayah itu menolak mengungkap informasi tentang keluarga tersebut dengan alasan "perlindungan privasi".

"Di Belanda, jika Anda sudah dewasa, Anda bisa meninggalkan rumah dan tidak menjadi masalah jika Anda tidak membahayakan diri sendiri ataupun orang lain," jelas Westerhoff. "Dia berumur 19 tahun ketika meninggalkan rumah, jadi dia bebas melakukan yang dia inginkan."

Sebuah televisi Belanda yang mengutip orang-orang yang mengenali "Ray" melaporkan bahwa pemuda itu mengalami "masalah pribadi".

Sumber :
AFP
Editor :
Kistyarini