Selasa, 21 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 21 Mei 2013 | 15:08 WIB
Pengadilan
Penjara Seumur Hidup untuk Mantan Presiden Tunisia
Penulis : Josephus Primus | Kamis, 14 Juni 2012 | 17:41 WIB
|
Share:
Penjara Seumur Hidup untuk Mantan Presiden Tunisia AFP PHOTO / FETHI BELAID Mantan Presiden Tunisia Zine El-Abidine Ben Ali dalam foto yang diambil pada 7 November 2008.
Foto:

KOMPAS.com — Pengadilan militer Tunisia menjatuhkan vonis penjara seumur hidup bagi mantan presiden Tunisia Zine El Abidine Ben Ali. Meski begitu, pengadilan berjalan in absentia lantaran Ben Ali melarikan diri ke Arab Saudi sejak Januari 2011. Sementara itu, pengadilan berlangsung di Kef, sekitar 200 kilometer barat Tunis.

Hakim mengatakan kalau Ben Ali terbukti memerintahkan pembunuhan terhadap pengunjuk rasa di beberapa kawasan, seperti Thala, Kasserine, Kairouan, dan Tajerouine pada Januari 2011. Para pemrotes itu memang sukses menjatuhkan Ben Ali dari posisinya, sebagaimana warta TAP pada Kamis (14/6/2012).

Sementara itu, pengadilan militer juga menjatuhkan vonis penjara 20 tahun secara in absentia kepada Ben Ali untuk kasus Querdanine. Dalam kasus itu, Kais Ben Ali, keponakan Ben Ali, ditangkap lantaran pembunuhan empat pemrotes oleh para pengawalnya. Kala itu, pemrotes mencoba menyetop perjalanan Ben Ali di kota pantai Querdanine pada Januari 2011.

Bulan lalu, Ben Ali juga mendapat vonis hukuman mati versi pengadilan militer. Lagi-lagi, in absentia.  Dalam kasus ini, Ben Ali mendapat dakwaan pembantaian sukarelawan.

Lalu, melalui pengadilan sipil, total Ben Ali sudah mengantongi vonis 66 tahun penjara melalui pelbagai dakwaan, mulai dari korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, pencucian uang, penyalahgunaan obat bius, hingga kepemilikan ilegal senjata api.  

Sementara itu, mantan Menteri Dalam Negeri Tunisia Rafik Bel Hadj Kacem mendapat vonis masuk bui 12 tahun lamanya. Ada juga 11 pejabat keamanan di masa Ben Ali yang mendapat vonis penjara mulai dari 10 bulan sampai dengan 15 tahun.

Editor :
Josephus Primus
Selasa, 21/05/2013 12:43 WIB

Irak Akan Ubah Strategi Keamanan

Selasa, 21/05/2013 08:32 WIB

'Serangan Teroris' di Moskwa Digagalkan