Kamis, 23 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 23 Mei 2013 | 21:24 WIB
AS Tekan Beijing Soal Aborsi Paksa
Rabu, 13 Juni 2012 | 14:53 WIB
|
Share:

AS Tekan Beijing Soal Aborsi Paksa
Reuters
Sebuah patung yang mempromosikan kebijakan satu anak China di Beijing

TERKAIT:

WASHINGTON, KOMPAS.com - Amerika Serikat menyuarakan penentangan terhadap kebijakan satu anak China setelah para aktivis melaporkan, seorang perempuan hamil lima bulan tengah menghadapi ancaman aborsi paksa.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Victoria Nuland, mengatakan, Washington telah meminta Beijing soal kasus Cao Ruyi, yang, menurut tim advokasi AS, akan dipaksa untuk melakukan aborsi pada hari Sabtu kecuali dia membayar denda dalam jumlah besar di Provinsi Hunan.

"Kami tidak merahasiakan bahwa Amerika Serikat sangat menentang semua aspek paksaan dari kebijakan pembatasan kelahiran China, termasuk aborsi dan sterilisasi paksa, dan kami selalu mengangkat masalah ini dengan pemerintah China," kata Nuland kepada wartawan.

All Girls Allowed, sebuah kelompok advokasi yang dipimpin mantan pemimpin protes di Tiananmen Square, Chai Ling, mengatakan Cao dan suaminya diminta untuk membayar 150.000 yuan (Rp 221 juta) sebagai "biaya beban sosial" jika mereka ingin memiliki anak itu. Chai, yang tinggal dalam pengasingan di AS, mengatakan ia berbicara dengan Cao hari Minggu dan mengetahui bahwa dia dibebaskan oleh para pejabat keluarga berencana setelah membayar 10.000 yuan sebagai deposit. Namun ia akan tetap dipaksa untuk melakukan aborsi pada hari Sabtu ini jika tidak membayar sisanya.

Sejak 1980, China telah membatasi banyak keluarga untuk hanya punya satu anak demi mengontrol populasi.
Dalam sebuah kasus yang menguji hubungan AS-China, China bulan lalu mengizinkan aktivis Chen Guangcheng, yang mengungkapkan banyak penyimpangan dalam kebijakan satu anak, berangkat ke Amerika Serikat setelah ia melarikan diri ke kedutaan besar AS.

Sumber :
AFP
Editor :
Egidius Patnistik