Senin, 24 November 2014

News / Internasional

AS Bantu Pantau Pesisir Filipina

Rabu, 13 Juni 2012 | 11:48 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Militer AS,  Selasa (13/6/2012), mengatakan pihaknya berencana untuk membantu Filipina memantau perairan pesisir pada saat Manila menghadapi meningkatnya perselisihan dengan China atas klaim teritorial.

Pentagon merevisi pernyataan sebelumnya dan mengatakan tidak ada rencana untuk memberikan radar darat kepada Filipina, tetapi radar tersebut akan menjadi bagian bantuan di masa depan.

"Kami berada dalam tahap perencanaan awal membantu Filipina dengan Pusat Pemantauan Pantai Nasional," kata Mayor Catherine Wilkinson kepada AFP.

Badan tersebut dirancang "untuk menciptakan gambaran keseluruhan dari apa yang terjadi di wilayah perairan Filipina," katanya.

"Sekarang kami sedang membahas berbagai pilihan namun belum ada rincian yang telah selesai. Radar ini dapat menjadi bagian akhir dari paket, tetapi belum ditentukan." Biaya dan batas waktu untuk proyek tersebut masih sedang dikerjakan, katanya.

Filipina telah meminta radar, pesawat patroli dan kapal angkatan laut pada saat berusaha memperkuat posisinya dalam sengketa dengan China atas Beting Scarborough, yang terletak di dekat pulau utama Luzon, Filipina.

China mengklaim daerah itu bersama dengan hampir seluruh Laut China Selatan hingga pantai negara-negara Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Vietnam dan Filipina sebagai wilayahnya.

Pernyataan Pentagon ini muncul setelah Presiden Filipina Benigno Aquino berkunjung ke Gedung Putih pekan lalu.

Rencana untuk membantu Manila mencerminkan pergeseran strategis Washington terhadap Asia di tengah persaingan yang tumbuh dengan Beijing, dengan persaingan Laut China Selatan sebagai pusat sengketa, kata analis.

"Radar berbasis-tanah adalah salah satu cara praktis Amerika Serikat dapat secara bersamaan meningkatkan kemampuan pertahanan Filipina dan sinyal komitmen jangka panjang Washington kepada Asia," kata Patrick Cronin, penasihat senior untuk Asia pada Pusat Keamanan Baru Amerika, satu kelompok pemikir Washington.

China mungkin memilih untuk meredakan ketegangan dengan Filipina tepat sebelum pertemuan 10 anggota Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara bulan depan, kata Cronin.

"Tetapi tidak tertutup kemungkinan bahwa China bertekad untuk mempermalukan Filipina dan, secara tidak langsung, Amerika Serikat," katanya.

Permintaan bantuan militer Manila kepada AS menandai pembalikan setelah Filipina menggusur militer Amerika dari pangkalan angkatan laut yang luas di Subic Bay pada tahun 1992.

Tidak mungkin Amerika Serikat akan menyediakan pesawat militer kepada Filipina pada saat China mungkin sedang mempersiapkan gerakan damai, kata Cronin.

"Jika China terus berlanjut dengan mempermalukan Filipina, maka saya tidak ragu mengenai penjualan pesawat itu," katanya.

Ketegangan antara Beijing dan Manila meningkat pada April ketika kapal-kapal China dan Filipina mendekati Beting Scarborough, yang terletak di dekat pulau utama Luzon. Manila mengatakan formasi beting itu ermasuk dalam zona ekonomi eksklusifnya.


Editor : Kistyarini
Sumber: