Senin, 21 April 2014

News / Internasional

Malvinas Akan Gelar Referendum

Rabu, 13 Juni 2012 | 08:55 WIB

Baca juga

Rakyat Kepulauan Falkland, wilayah Inggris di Atlantik Selatan yang juga diklaim Argentina, akan mengadakan referendum tahun depan untuk menentukan status politik.

Pengumuman disampaikan oleh pemerintah Kepulauan Falklands, atau disebut Malvinas oleh Argentina, hari Selasa, 12 Juni.

Kepala pemerintahan Kepulauan Falkland mengatakan hasil referendum diharapkan akan mengirim pesan jelas bahwa rakyat di gugusan pulau tersebut ingin tetap menjadi bagian dari Inggris Raya.

"Dengan dukungan penuh pemerintah Inggris, kami memutuskan untuk menggelar referendum di Kepulauan Falkland untuk menyingkirkan segala keraguan tentang keinginan kami," kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kepulauan Falkland, Gavin Short, hari Selasa, 12 Juni.

Gavin Short menambahkan tidak diragukan lagi rakyat Kepulauan Falkland akan tetap ingin menjadi wilayah berpemerintahan sendiri sebagai bagian dari wilayah Inggris.

"Tentu kami tidak berminat diperintah oleh pemerintah di Buenos Aires, kenyataan yang jelas ditangkap oleh semua orang yang telah berkunjung ke kepulauan dan mendengar pandangan kami," tutur Gavin Short seperti dikutip kantor berita AFP.

Klaim Argentina

Inggris dan Argentina berperang memperebutkan wilayah Falkland 30 tahun lalu ketika pasukan Argentina menyerbu Falkland tetapi kemudian dipaksa menyerah.

Sampai sekarang Argentina menganggap Falkland atau Malvinas sebagai wilayah negara itu yang diduduki Inggris.

Pemerintah Inggris menyebut rencana referendum sebagai kesempatan yang benar-benar penting.  "Tiga puluh tahun lalu mereka menegaskan ingin tetap menjadi bagian dari Inggris. Oleh karena itu pasukan Inggris dengan berani membebaskan pulau dari penyerbu-penyerbu Argentina," kata Perdana Menteri Inggris David Cameron.

Referendum diperkirakan akan diadakan pada pertengahan pertama 2013.

Presiden Argentina Cristina Fernandez telah melancarkan serangkaian upaya diplomatik untuk menegaskan klaim negaranya atas wilayah kepulauan yang dalam bahasa Spanyol disebut Las Malvinas.

Cristina Fernandez menuduh Inggris mempertahankan "daerah kantong kolonial" dan menyerukan kepada pemerintah Inggris untuk membuka perundingan kedaulatan. Namun pemerintah Inggris menolak membicarakan kedaulatan Kepulauan Falkland selama 3.000 warga wilayah itu tetap ingin menjadi warga Inggris.


Editor : Egidius Patnistik
Sumber: