PBB Berusaha Peroleh Akses ke Lokasi Nuklir Iran - Kompas.com

PBB Berusaha Peroleh Akses ke Lokasi Nuklir Iran

Kompas.com - 07/06/2012, 10:06 WIB

WINA, KOMPAS.com - Pengawas nuklir PBB berusaha mendorong Iran agar menghadiri pembicaraan baru, Jumat (8/6), guna mencapai kesepakatan mengenai akses ke tempat yang dicurigai telah digunakan Teheran untuk membuat bom atom. Akses yang hendak diperoleh khususnya ke pangkalan militer Parchin.

Para wakil Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) berencana menghadiri pertemuan untuk mengupayakan kemajuan, setelah Direktur Jenderalnya Yukiya Amano, Senin, mengisyaratkan perbedaan antara kedua pihak telah "diperkecil".

Namun, utusan Amerika Serikat untuk IAEA Robert Woods mencampakkan harapan bahwa kesepakatan dapat dicapai dalam pembahasan di Wina, Jumat. Ia mengatakan dirinya "tidak optimistis". "Saya tentu saja berharap kesepakatan akan dicapai," katanya di sela-sela pertemuan Dewan Gubernur IAEA. Tapi ia menambahkan, "Saya tidak yakin Iran siap."

Negara Barat dan Israel mencurigai Iran berusaha membuat bom di balik topeng program nuklir sipilnya. Namun Iran membantah tuduhan itu.

IAEA sangat tertarik pada pangkalan militer Parchin di dekat Teheran, tempat yang dicurigainya dijadikan tempat uji-coba bom. IAEA telah mengajukan sejumlah permintaan dalam beberapa bulan terakhir untuk mengunjungi Parchin.

Kepala pemeriksa IAEA Herman Nackaerts dan Wakil Direktur Jenderal Rafael Grossi akan bertemu dengan Duta Besar Iran untuk lembaga tersebut Ali Asghar Soltanieh dalam pertemuan Jumat. Soltanieh sejauh ini telah bersikap optimistis. "Kami akan berusaha menggarap teks mengenai pendekatan struktural. Kami berharap akan dapat menyelesaikannya," kata Soltanieh kepada wartawan. "Saya selalu optimistis," katanya. "Saya harap kedua pihak akan dapat menemukan landasan bersama."

Amano melakukan kunjungan ke Iran pada Mei, setelah babak pembicaraan yang menjanjikan di Wina bahwa kedua pihak mendekati kesepakatan. Namun para diplomat Barat sejak itu telah mengatakan Iran "menarik diri".

Rabu kemarin, Uni Eropa menyerukan Iran agar "mencapai kesepakatan tanpa penundaan lebih jauh".

Sementara itu, Israel telah berulangkali mengancam akan melakukan aksi militer untuk menghentikan Iran membuat hulu-ledak nuklir.

EditorEgidius Patnistik

Close Ads X