AS dan Israel Intai Terus Situs Nuklir Iran - Kompas.com

AS dan Israel Intai Terus Situs Nuklir Iran

Simon Saragih
Kompas.com - 05/06/2012, 11:43 WIB

KOMPAS.com- Amerika Serikat sedang mengembangkan perang lewat teknologi canggih dengan tujuan menghancurkan program pengembangan nuklir Iran. Di dalam upaya ini termasuk sabotase siber lewat program yang dikenal sebagai Stuxnet.

Program ini dikembangkan oleh Central Intelligence Agency (CIA) bekerja sama dengan Idaho National Laboratory, pemerintah Israel, dan badan-badan AS lainnya.

Demikian diberitakan di harian AS The Wall Street Journal, edisi 2 Juni, dengan mengutip sumber AS yang paham program itu. CIA juga berusaha melakukan pengintaian atas lokasi pengembangan nuklir Iran lewat penerbangan tanpa awak serta mematai-matai para ilmuan Iran lewat dunia siber.

Strategi AS bertujuan untuk melacak dan mengendalikan program nuklir Iran di daerah yang sulit ditembus secara langsung oleh peran manusia biasa. "Ini bagian dari program lebih luas. Program ini lebih disukai ketimbang melakukan serangan secara langsung dengan aksi militer ke pusat pengembangan program nuklir Iran," kata seorang pejabat yang paham soal program itu.

Iran sendiri sudah berkali-kali menekankan bahwa program nuklir yang dikembangkan bukan untuk pembuatan senjata nuklir tetapi bertujuan damai seperti pengembangan tenaga listrik.

Olympic Games

Selama pemerintahan Presiden AS Barack Obama dan pendahulunya, George W Bush, AS telah mengembangkan program siber dengan kode bernama "Olympic Games". Tujuannya adalah menyerang program nuklir Iran.

Lewat Stuxnet, AS berusaha memasukkan program yang dinamai "beacons" ke jaringan komputer yang dipakai di situs nuklir Natanz, lokasi untuk pengayaan uranium Iran. Program ini sering kali dipakai untuk memonitor sistem komputer yang sedang dicecar.

Dalam program ini termasuk diterapkan alat penyebar virus, dengan tujuan mengendalikan program komputer di Iran. Peran Idaho National Lab dalam hal ini sangat penting. Badan ini memiliki para ahli yang meneliti celah atau titik rawan dari sebuah program yang sudah masuk jaringan komputer.

Para peneliti AS di badan ini sedang meneliti sistem yang dipakai terkait pengayaan uranium di Iran. "Mereka telah menemukan cara yang membuat mereka (para ahli Iran) saling menghancurkan diri sendiri," demikian kata seorang mantan pejabat AS.

CIA dan badan-badan lain di AS menolak berkomentar soal informasi ini. Pihak Irak, Perwakilan Iran di markas PBB di New York, juga tidak berhasil dimintai komentar soal ini.

Jubir Gedung Putih Tommy Vietor juga menolak berkomentar tetapi mengatakan bahwa kini fokus komunitas internasional adalah menuntut trnsparansi Iran soal nuklir itu.

Iran sendiri selama ini sebenarnya selalu mencoba bersikap terbuka tetapi cara pendekatan AS dan Irsael yang terkesan mendikte membuat Iran merasa seperti dipaksa atau ditekan. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad selalu menekankan bahwa Iran punya kedaulatan yang harus pula dihargai dunia internasional.

PenulisSimon Saragih
EditorMarcus Suprihadi