Sabtu, 1 November 2014

News / Internasional

AS Tuduh Rusia Dapat Picu Perang Saudara

Jumat, 1 Juni 2012 | 07:06 WIB

Terkait

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton mengatakan bahwa kebijakan Rusia berpotensi menyulut terjadinya perang saudara di Suriah.

"Rusia mengatakan kepada saya bahwa mereka tidak menginginkan perang saudara. Saya sudah mengatakan kepada mereka bahwa kebijakan mereka akan membantu timbulnya perang saudara," kata Hillary.

Menlu Amerika Serikat mengatakan hal itu di hadapan para mahasiswa Denmark di Kopenhagen, Kamis (31/5/2012).

Pernyataan itu disampaikan setelah Rusia dan China kembali menyuarakan penentangan terhadap tindakan lebih tegas Dewan Keamanan PBB.

Menurut Hillary, sejauh ini tidak ada dukungan internasional yang cukup karena Rusia dan China menentang aksi Dewan Keamanan PBB dan telah dua kali memveto resolusi mengenai Suriah.

"Banyak pihak berusaha memikirkan campur tangan seperti apa yang bisa efektif, yang tidak akan memakan korban lebih besar dan penderitaan lebih lanjut," tuturnya.

Pertempuran meluas

Pada saat ini, ungkap Hillary, terdapat sejumlah perencanaan, antara lain rencana sipil, kemanusiaan, dan militer.

Namun, Hillary menegaskan, pihaknya belum menyerah untuk berusaha membujuk Rusia agar mendukung tindakan lebih tegas terhadap Pemerintah Suriah pimpinan Presiden Bashar al Assad.

Peluang konflik Suriah berubah menjadi perang saudara penuh, kata Hillary, akan semakin besar apabila dunia gagal bertindak.

"Bahaya yang kita hadapi sangat buruk," kata Menlu AS itu.

Sementara itu wartawan BBC yang baru kembali dari liputan secara diam-diam di Suriah selama tiga minggu mengatakan, pertempuran sektarian di negara itu menyebar luas.

Dia mengatakan, pihak-pihak di Suriah yang sebelumnya berpendapat situasi tidak akan pernah berubah menjadi konflik sektarian sekarang mengatakan, konflik sektarian lebih sering terjadi dan sering terjadi pertempuran antardesa.

Dia juga mengatakan, sebagian petempur pemberontak mengalami tekanan besar dan hanya mampu bertahan.

Para anggota Tentara Pembebasan Suriah terpaksa menjual perabotan untuk membeli peluru, bahkan seorang petempur harus menjual senapan untuk memberi makan keluarganya.


Editor : Kistyarini
Sumber: