Sabtu, 25 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 25 Mei 2013 | 21:38 WIB
Filipina
Pemecatan Ketua MA Muluskan Gerakan Antikorupsi
Penulis : Simon Saragih | Rabu, 30 Mei 2012 | 15:11 WIB
|
Share:
Pemecatan Ketua MA Muluskan Gerakan Antikorupsi Inquirer.net Presiden Filipina Benigno Aquino III (kanan) menyalami Ketua MA Renato Corona (kiri) usai mengecamnya habis-habisan.

MANILA, KOMPAS.com — Senat Filipina memecat Ketua Mahkamah Agung Renato Corona dengan alasan menumpuk kekayaan dan berbohong soal nilai kekayaannya, Selasa (29/5/2012). Ini mengakhiri empat bulan proses pemakzulan.

Langkah besar ke depan kemungkinan adalah pengejaran korupsi yang dilakukan mantan Presiden Gloria Macapagal-Arroyo.

Langkah Senat ini sekaligus memuluskan kampanye antikorupsi yang dijalankan pemerintahan di bawah Presiden Benigno Aquino III.

Sejak memerintah, Aquino III merasakan dahsyatnya praktik korupsi. Aquino sendiri pernah mengatakan keberadaan Corona telah menjadi ganjalan pemberantasan korupsi, yang menjadi salah satu janji kampanyenya dua tahun lalu.

Dalam proses yang ditayangkan televisi, para senator melakukan voting dengan suara 20 mendukung pemecatan dan 3 menolak. Di permukaan, tampak bahwa alasan kebohongan soal nilai kekayaan menjadi alasan pemecatan itu, sebagaimana diberitakan kantor berita Agence France Presse (AFP).

Namun, situs Business Week, edisi 29 Mei, menuliskan pemecatan itu bertujuan menghilangkan penghalang bagi pemerintahan Filipina untuk mengikis korupsi.

Seperti diberitakan, Corona mengakui hanya memiliki kekayaan 2,4 juta peso, tetapi Ketua Anggaran MA Filipina, Araceli Bayuga, mengatakan Corona menerima 21,6 juta sejak 2002.

Corona berpendapat pemecatannya bernuansa politik dan mengatakan tetap tidak bersalah. Aquino berniat meningkatkan penerimaan negara, fokus pada pengembangan ekonomi, dan memperbaiki pamor birokrasi yang sarat dengan praktik korupsi. Ini juga sekaligus bertujuan memperbaiki iklim investasi.

Mengincar Arroyo

Aquino sendiri menilai pemecatan Corona amat krusial dalam aksi pemberantasan korupsi. Euben Paracuelles, ekonom dari Nomura Holdings Inc, mengatakan, langkah besar ke depan kemungkinan adalah pengejaran korupsi yang dilakukan mantan Presiden Gloria Macapagal-Arroyo, pendahulu Aquino III.

Arroyo naik ke tampuk kekuasaan karena protes rakyat yang menentang praktik korupsi Joseph Erick Estrada, yang terjungkal saat menjabat presiden.

Corona adalah mantan Kepala Staff Arroyo, yang kini sedang dalam penahanan di rumah sakit dengan alasan korupsi. Corona buru-buru diangkat Arroyo menjelang akhir kekuasaan dua tahun lalu.

Arroyo juga mengangkat 12 dari 15 hakim di MA, termasuk Corona. Hal ini dinilai banyak kalangan bertujuan melindungi praktik korupsi yang dilakukan Arroyo dan kroninya.

Sumber :
AFP
Editor :
Marcus Suprihadi