Minggu, 31 Agustus 2014

News / Internasional

Peredaran Narkoba

"Hantu" Obat Bius Ditangkap

Jumat, 18 Mei 2012 | 08:19 WIB

 

NEW YORK, KOMPAS.com — Gembong pengedar narkoba terkenal di Amerika, yang memulai debutnya sejak tahun 1980 dan pandai bersembunyi sehingga dijuluki "si hantu" akhirnya ditangkap polisi. Dia adalah James Corley, ditangkap bersama 40 orang lainnya, demikian polisi dan jaksa New York, Kamis (17/5/2012).

Selama lebih dari 30 tahun polisi memburunya, tetapi Corley selalu lolos dan lihai bersembunyi. Pria berusia 51 tahun itu memiliki kemampuan luar biasa untuk menjaga rekan-rekannya dalam persembunyian. "Tak ada yang tahu di mana dia tinggal, apa nomor telepon yang digunakannya, mobil apa pula yang dikemudikannya," kata Komisaris Polisi Raymond Kelly.

Sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga. James Corley akhirnya ditangkap polisi, dan dikenai tuduhan baru lagi. Komisaris Kelly dan Jaksa Distrik Queens Richard Brown mengatakan, "si hantu" itu ditangkap setelah pergerakannya diawasi selama 15 bulan. Polisi juga menyadap semua percakapan teleponnya. Polisi menjeratnya dengan tuduhkan sebagai pengendali peredaran dan ikut membiayai pembelian dan distribusi narkoba.

Sebanyak 44 orang yang terlibat dalam jaringannya, disebut Tim Agung (Supreme Team) ditangkap. "Keuntungan Corley dan timnya 15.000 dollar AS per minggu," kata Kelly. Pada puncaknya, jaringan pengedarTim Agung pernah meraup untung 200.000 dollar per hari. Corley menggunakan 8 telepon yang berbeda.

Detektif David Leonardi mengatakan, para pengedar menggunakan bahasa yang disebut "5 percenter" di mana setiap nomor dan huruf memiliki arti sendiri. Setiap anggota geng memberi kode pesanan obat. Geng ini diduga terlibat dalam kepemilikan senjata api ilegal dan pembunuhan.

Corley memulai kariernya sejak tahun 1980 dan bergabung dengan Tim Agung, yang mengendalikan proyek perumahan di Queens. Kekerasan narkoba memuncak di New York pada 1990 dengan 2.245 kasus pembunuhan. Tim Agung dikendalikan oleh pemimpin geng legendaris, Kenneth "Agung" McGriff, yang konon menyalurkan uang obat ke dalam musik rap label Murder Inc. Dia saat ini sedang menjalani hukuman seumur hidup sejak 2007.

 


Penulis: Pascal S. Bin Saju
Editor : Dedi Muhtadi