Senin, 22 Desember 2014

News / Internasional

Penjualan Tank Leopard ke Indonesia Nyaris Tuntas

Rabu, 9 Mei 2012 | 09:00 WIB

DEN HAAG, KOMPAS.com — Dua media Belanda, Mediawatch dan harian De Volkskrant, menyorot keputusan kabinet demisioner untuk menjual tank bekas jenis Leopard ke Indonesia. Demikian menurut beberapa sumber dari kalangan Pemerintah Belanda pada harian De Volkskrant, yang juga menjadi rujukan Mediawatch, sebagiamana dilaporkan Radio Nederland, Selasa (8/5/2012).

Menurut Mediawatch, kabinet Belanda pada awalnya tidak mendukung transaksi ini. Akan tetapi, atas desakan Menteri Pertahanan Hans Hillen, akhirnya setuju juga. Menteri ini harus melakukan operasi penghematan anggaran dan sangat membutuhkan dana hasil penjualan senilai 200 juta euro.

Menurut De Volkskrant, operasi penghematan di departemen pertahanan memangkas anggaran sekitar satu miliar euro.

Selanjutnya De Volkskrant menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri Uri Rosenthal mendukung transaksi ini. Argumennya, tidak ingin menyinggung perasaan kalangan pemerintahan di Jakarta. Dengan demikian, transaksi jual beli ini, dari sudut pandang kalangan pemerintahan, bisa dikatakan nyaris tuntas.

Namun, lain di kabinet, lain pula di parlemen. Kabinet Belanda harus melaporkan rencana jual beli ini kepada parlemen.

Beberapa waktu lalu, melalui dukungan pada mosi Arjan al Fassed, dari partai Groenlinks (Kiri Hijau), mayoritas suara di parlemen Belanda juga menentang penjualan ini. Mereka menilai transaksi ini bertentangan dengan kebijakan hak asasi manusia Belanda.

"Militer Indonesia melanggar hak asasi manusia. Dengan penjualan senjata ini, kabinet demisioner membantu pelanggaran tersebut," demikian Arjan al Fassed pada saat pengajuan mosi. Alhasil, masih ada kemungkinan, parlemen Belanda akan melarang transaksi jual beli ini.

Di Indonesia sendiri, lanjut De Volkskrant, berbagai kalangan di DPR telah menyatakan tidak menyetujui pembelian senjata berat ini. Mereka menilai tank Leopard tidak cocok dengan kondisi geografis Indonesia.

Singkat kata, meskipun kabinet Belanda telah memutuskan bersedia menjual senjata berat ini kepada Indonesia, masih belum pasti apakah transaksi ini memang akan terjadi. Yang jelas, jika rencana ini batal, Jerman dan Rusia sudah siap untuk memasok tank buatan mereka kepada Indonesia. Demikian Mediawatch dan De Volkskrant.


Editor : Egidius Patnistik
Sumber: