Sabtu, 25 Oktober 2014

News / Internasional

Hillary Ingin AS Punya Presiden Perempuan

Senin, 7 Mei 2012 | 15:48 WIB

KOLKATA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton, Senin (7/5/2012) menyatakan tidak lagi ingin mencalonkan diri sebagai presiden. Meskipun demikian dia berharap bisa melihat AS memiliki presiden perempuan saat dia masih hidup.

Hal itu dikatakan Hillary saat ditanya tentang prospek perempuan menjadi presiden AS dalam sebuah forum dengan mahasiswa di Kolkata, India. "Itu harapan saya. Saya ingin sekali itu terjadi saat saya masih hidup," kata politisi berusia 64 tahun itu.

"Saya rasa akan ada pemilihan umum yang akan memilih seorang perempuan (menjadi presiden AS)," ujarnya.

Menurut Hillary, perempuan masih hidup dalam "atap kaca" dalam dunia politik. Dia mengeluh, media lebih suka menulis tentang busana seorang perempuan politisi padahal yang bersangkutan tengah berbicara tentang kebijakan pertahanan.

Namun Hillary, yang kalah dari Barack Obama untuk mendapatkan nominasi dari Partai Demokrat pada pemilihan presiden 2008, dengan sopan menolak anjuran para mahasiswa India untuk kembali mencalonkan diri pada pilpres 2016.

"Saya sangat tersanjung, tapi saya rasa ini saatnya saja turun," ujar perempuan yang berkali-kali mengatakan bakal mundur saat Obama mengakhiri masa jabatannya pada Januari 2013 mendatang.

"Kadang-kadang kritik merupakan pelajaran bagi Anda. Mungkin yang ingin Anda lakukan tidak dikomunikasikan dengan efektif dan mereka yang menunjukkannya," ujarnya.

Hillary menytakan keinginannya menjalaini kehidupan sebagai warga negara biasa. "Saya ingin kembali ke India dan berjalan-jalan tanpa merasa terkurung," ujarnya.

"Saya hanya ingin kembali bisa bernapas legas dan merasakan ada cara-cara lain bagi saya untuk mengabdi (pada negara)," pungkasnya.


Editor : Kistyarini
Sumber: