Kamis, 2 Oktober 2014

News / Internasional

Obama di Mata Seorang Mantan Pacarnya

Kamis, 3 Mei 2012 | 10:09 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com — Buku harian rahasia perempuan Australia yang merupakan salah seorang mantan pacar Barack Obama ketika muda menunjukkan kehangatan dan kepercayaan pria yang kemudian menjadi Presiden Amerika Serikat itu pada cinta. Buku harian itu juga memperlihatkan sifat terkendali dan tenang Obama.

Kisah romantis dari tahun 1980-an antara Genevieve Cook dan Obama, yang saat itu berusia sekitar 20 tahun dan keduanya tinggal di New York, dikutip majalah Vanity Fair dari buku yang akan segera terbit, Barack Obama: The Story. Buku tersebut ditulis David Maraniss yang pernah meraih hadiah Pulitzer.

Cook, putri seorang diplomat Australia, ingat bagaimana "pada hari Minggu Obama bersantai, minum kopi dan memecahkan teka-teki silang dari harian New York Times, bertelanjang dada, mengenakan sarung biru-putih," tulis Maraniss.

Buku itu juga memasukkan kisah-kisah dari buku harian Cook, yang menunjukkan bagaimana asmara di antara mereka tumbuh dan kemudian mendingin ketika mereka tinggal bersama. Demikian menurut sejumlah kutipan yang dipublikasikan majalah Vanity Fair.

"Kehangatan seksual tentu saja ada, tetapi sisanya memiliki tepi yang tajam dan saya menemukan itu semua mengganggu dan (kemudian) menyadari untuk menarik diri dari itu semua," tulis Cook.

Laporan Maraniss menunjukkan, Obama muda berupaya memahami fakta adanya budaya dan ras yang berbeda dalam hidupnya, sebagai anak seorang perempuan kulit putih Amerika dan ayah kulit hitam dari Kenya, yang menghabiskan masa kecilnya selama beberapa tahun di Indonesia.

"Kehangatannya bisa memperdayai," tulis Cook. "Dia berbicara dengan kata-kata manis dan dapat bersikap terbuka dan saling percaya, juga ada ketenangan."

Tahun 1984, Cook berkomentar dalam buku harian itu, "Barack masih memikat saya, tapi begitu banyak yang terjadi di bawah permukaan, di luar jangkauan. Terjaga, terkontrol." Tahun 1985, setelah hubungan itu berakhir, Cook melihat kembali periode ketika mereka bersama-sama dan menyebutkan dalam buku hariannya bahwa dia berpikir, Obama menahan "jenis keterlibatan emosional yang saya cari".

"Saya  masih penasaran apakah sifat kehati-hatian Barack dan lain sebagainya itu bukan hanya sesaat dalam hidupnya. Bagaimanapun, guratan emosional akan menyulitkannya dalam menjalin hubungan bahkan setelah dia mapan seiring pertambahan usia dan pengalaman."

Cook yang bertemu Obama dalam pesta Natal di Desa East, New York, tahun 1983, sebelumnya tidak mengungkapkan buku harian itu.

Kisah tentang saat mereka bersama itu, yang terjadi ketika Obama dalam tahun-tahun kerja formatifnya di New York, menunjukkan pasangan itu larut dalam membaca buku bersama atau memasak. Obama suka membuat sandwich tuna dengan paprika, sama seperti yang dibuatkan kakeknya untuk dia. Demikian ditulis Maraniss.


Editor : Egidius Patnistik
Sumber: