Rabu, 30 Juli 2014

News / Internasional

Pemilu Perancis

Hollande dan Sarkozy ke Pemilu Putaran Kedua

Senin, 23 April 2012 | 09:11 WIB

Berita terkait

PARIS, KOMPAS.com - Kandidat presiden Perancis dari Partai Sosialis Francois Hollande diperkirakan memenangkan pemungutan suara pemilihan presiden dalam putaran pertama.

Hollande diprediksi akan memperoleh suara lebih dari 28 persen dibandingkan presiden saat ini Nicolas Sarkozy yang hanya meraup suara 26 persen saja.

Sementara itu, kandidat sayap kanan Marie Le Pen berada di posisi ketiga dengan raihan suara sebesar 19 persen.

Dengan perkiraan hasil itu maka yang akan berlaga dalam pemungutan suara putaran kedua 6 Mei mendatang adalah Francois Hollande dan Nicolas Sarkozy.

Usai media menyiarkan hasil hitung cepat itu, Hollande mengatakan dia adalah sosok yang tepat untuk menjadi pemimpin Prancis selanjutnya. "Sarkozy sudah dihukum para pemilik suara," kata Hollande.

Kekalahan Sarkozy di putaran pertama ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah ketika seorang presiden yang kembali mencalonkan diri sejak berdirinya Republik Kelima pada 1958.

Sarkozy -yang berkuasa sejak 2007- mengatakan dia memahami 'kekecewaan yang dirasakan rakyat Perancis' dalam dunia yang bergerak cepat saat ini.

Sarkozy kemudian menantang Hollande untuk melakukan tiga kali debat menjelang pemilihan putaran kedua yang akan berfokus pada masalah ekonomi, sosial dan hubungan internasional. Namun, Hollande menolak tantangan ini. Kepada wartawan dia mengatakan satu kali debat yang secara tradisional dilakukan menjelang putaran kedua sudah cukup.

Kejutan sayap kanan

Sementara itu politisi sayap kanan Marie Le Pen membuat kejutan dengan meraup suara terbanyak ketiga dengan 19 persen suara. Marie Le Pen, yang juga Front Nasional Anti Imigrasi itu, memperoleh suara jauh dari yang diraih ayah sekaligus pendahulunya Jean-Marie Le Pen pada 2002 lalu dengan 16 persen suara.

"Perolehan suara ini adalah sebuah awal dan partai ini sekarang menjadi satu-satunya oposisi kelompok sayap kiri," kata Le Pen kepada para pendukungnya usai pemungutan suara.

Le Pen juga menyerukan agar para pendukungnya memberikan suara untuk Hollande pada putaran kedua.

Dengan situasi ini, para pengamat memprediksi Hollande akan dengan mudah memenangkan pemungutan suara putaran kedua.

Wartawan BBC di Paris Chris Morris mengatakan jika Sarkozy tidak bisa mengubah pendapat sebagian besar rakyat, maka dia akan menjadi presiden incumbent pertama yang kalah saat mencalonkan diri kembali sejak kekalahan Valery Giscard d'Estaing 1981.

Masalah ekonomi

Berbagai masalah ekonomi sepert gaji, uang pensiun, pajak dan angka pengangguran menjadi kekecewaan utama rakyat terhadap pemerintah Perancis.

Presiden Sarkozy pernah menjanjikan akan mereduksi defisit anggaran Perancis yang sangat besar dan mengenakan pajak bagi warga Perancis yang tinggal di luar negeri karena enggan membayar pajak dalam negeri.

Sepanjang masa kampanya, Hollande berulang kali mengkritik kebijakan ekonomi yang diambil Sarkozy. Hollande menjanjikan untuk menaikkan pajak atas perusahaan-perusahaan besar dan warga yang berpenghasilan di atas satu juta euro per tahun.

Dia juga berjanji akan meningkatkan upah minimum, mengangkat 60.000 guru baru dan mengurangi usia pensiun dari 62 ke 60 tahun untuk beberapa sektor. Jika terpilih maka Hollande akan menjadi presiden sayap kiri pertama sejak Francois Mitterand.


Editor : Egidius Patnistik
Sumber: