Rabu, 22 Oktober 2014

News / Internasional

Pertemuan Antarmenteri

Marty: Negara Berkembang Jangan Cepat Berpuas Diri

Minggu, 22 April 2012 | 11:30 WIB

DOHA, KOMPAS.com- Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengingatkan negara berkembang agar jangan cepat berpuas diri dengan kondisi sekarang, di mana pertumbuhan perekonomian global tidak lagi didominasi oleh kekuatan ekonomi secara tradisional, melainkan justru semakin signifikan ditentukan oleh perkembangan ekonomi di negara-negara berkembang.

Sikap tidak cepat berpuas diri seperti itu harus diterapkan, apalagi mengingat hingga saat ini masih banyak rakyat di negara berkembang yang belum merasakan arti kemakmuran. Belum lagi perbedaan tingkat kesejahteraan dan pembangunan antarnegara berkembang sendiri masih sangat tinggi.

Marty menyampaikan itu saat memimpin pertemuan tingkat menteri di sela sidang United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) ke-13 di Doha, Qatar, Sabtu kemarin.

Indonesia memimpin 77 negara plus China dalam pertemuan ini. Acara pertemuan itu terangkum dalam siaran pers yang diterima Kompas, Minggu (22/4/2012).

Pertemuan antarmenteri yang digelar tiap empat tahun itu dihadiri perwakilan dari 132 negara, yang agendanya mempersiapkan posisi dan kepentingan bersama antarnegara berkembang dalam menghadapi pertemuan UNCTAD ke-13 di Doha, 21-26 April 2012.

Pertemuan UNCTAD ke-13 lebih lanjut diharapkan bisa menghasilkan komitmen dan konsensus baru mengenai upaya pencapaian pertumbuhan ekonomi global yang lebih kuat, adil, dan berkesinambungan di era globalisasi ini. Pertemuan UNCTAD ke-13 kali ini bertema "Development-centered globalization: Towards inclusive and sustainable growth and development".

Marty menambahkan, krisis global yang terjadi dua kali dalam lima tahun belakangan ini dan masih semarak dengan praktek proteksionis dalam perdagangan internasional telah membuktikan arsitektur ekonomi global masih sangat rapuh dan harus terus di perbaiki.

"Arsitektur keuangan global harus memberi kesempatan dan peran bagi negara berkembang untuk berkontribusi. Perundingan Doha Round harus segera diselesaikan karena hal itu penting untuk bisa memastikan adanya sistem perdagangan dunia yang adil, trasparan, dan terbuka," ujar Marty dalam pidato pembukaannya.


Penulis: Wisnu Dewabrata
Editor : Marcus Suprihadi