Senin, 24 November 2014

News / Internasional

Korea Utara

Jong Un Promosikan 70 Perwira Jadi Jenderal

Sabtu, 14 April 2012 | 17:56 WIB

PYONGYANG, KOMPAS.com -- Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mempromosi 70 perwira menengah ke jajaran perwira tinggi, sebagai bagian perubahan besar-besaran di tubuh parlemen, kabinet, dan lembaga tinggi negara, Sabtu (14/4/2012).

Langkah yang bertujuan mengukuhkan kedudukan Jong Un sebagai pemimpin tertinggi negeri itu, dilakukan setelah Korut menyelesaikan perpindahan kekuasaan pemimpin negara, militer, dan partai dari almarhum Kim Jong Il, ayah Jong Un. Sehari sebelumnya, Korut mengumumkan parlemen dan kabinet baru.

Kongres Partai Pekerja yang berkuasa juga memilih Jong Un sebagai ketua pertama Komisi Pertahanan Negara (NDC). Adapun Kim Jong Il diberi gelar sebagai ketua abadi NDC, lembaga tertinggi di negara komunis itu. Tiga orang termasuk Choe Rong Hae, salah satu orang kepercayaan Jong Un, terpilih sebagai anggota baru NDC.

Kongres juga menunjuk dua wakil perdana menteri baru, dan kepala sejumlah lembaga tinggi negara.

Kantor berita Korea Selatan Yonhap menilai, perintah Jong Un mempromosikan 70 perwira menengah menjadi perwira tinggi sebagai usaha menyuntikkan darah baru ke jajaran jenderal di angkatan bersenjata Korut.

Pada Minggu (15/4/2012), Korut merayakan satu abad kelahiran pendiri negeri itu, Kim Il Sung, dengan sejumlah kegiatan besar. Salah satunya termasuk peluncuran roket Ulna-3 pembawa satelit, yang berakhir dengan kegagalan.

Kim Jong Un telah menguasai hampir semua posisi puncak di semua lembaga yang sebelumnya dikuasai oleh ayahnya, yang meninggal akhir tahun lalu. Jong Un juga telah ditunjuk sebagai komandan tertinggi Angkatan Bersenjata Korut yang berkekuatan 1,2 juta tentara.

Kamis (12/4/2012), Jong Un juga mendapat gelar baru sebagai Sekretaris Pertama Partai Pekerja yang berkuasa. Adapun jabatan Sekretaris Jenderal Partai, yang biasanya diberikan kepada pemimpin tertinggi, secara permanen diberikan kepada almarhum ayahnya.


Penulis: Johanes Waskita
Editor : Nasru Alam Aziz
Sumber: