Jumat, 18 April 2014

News / Internasional

Roket Korea Utara Jatuh ke Laut

Jumat, 13 April 2012 | 07:27 WIB

Baca juga

SEOUL, KOMPAS.com - Korea Utara hari Jumat (13/4/2012) meluncurkan roket jarak jauh namun tampaknya roket tersebut jatuh ke laut.

Demikian otoritas Korea Selatan dan Jepang, seperti dikutip Channel NewsAsia.

Kementerian Pertahanan Korsel menyebutkan roket diluncurkan pukul 05.39 WIB atau Kamis pukul 22.39 GMT. "Kelihatannya roket itu jatuh," kata juru bicara Kemenhan Korsel, Kim Min-Seok kepada jurnalis.

"Namun kami membutuhkan lebih banyak analisis untuk konfirmasi," katanya, sambil menambahkan pejabat Korsel dan AS sedang mempelajari lintasan roket tersebut.

Korea Utara mengatakan roket itu diluncurkan untuk tujuan damai, namun Barat melihat peluncuran itu sebagai uji coba rudal balistik terselubung, yang dilarang PBB.

Dewan Keamanan PBB akan bertemu dalam rapat darurat hari Jumat ini "untuk memutuskan langkah selanjutnya" setelah peluncuran roket Korea Utara ini, kata seorang diplomat PBB. 

Kementerian Pertahanan Jepang menyebutkan, Korea Utara telah meluncurkan "benda terbang" yang jatuh ke laut tak lama setelah ada di udara. 

"Kami memperoleh informasi semacam benda terbang diluncurkan dari Korea Utara pukul 05.40 pagi ini WIB (atau 22.40 GMT Kamis)," demikian Menteri Pertahanan Jepang Naoki Tanaka kepada wartawan.
 
"Benda terbang itu diyakini terbang di udara selama satu menit dan kemudian jatuh ke laut. Hal ini tidak mempengaruhi wilayah kami," jelas Tanaka. 

Tak lama setelah peluncuran roket Korut, Pemerintah Korsel mengeluarkan perintah kepada warga yang tinggal di perbatasan Korsel-Korut untuk mencari perlindungan diri dari semua debu yang mungkin jatuh dari roket, demikian kantor berita Yonhap. 

Korea Utara mengatakan peluncuran roketnya itu bukan tes rudal yang dilarang PBB dan menegaskan mereka memiliki hak untuk mengirim satelit ke udara, bertepatan peringatan seratus tahun kelahiran pemimpin Korut Kim Il-Sung.

Korea Utara mengundang lebih dari 200 jurnalis asing ke Pyongyang untuk menghadiri peluncuran dan peringatan akhir pekan. Ini jumlah terbesar media asing yang pernah diundang negara komunis itu.

Negara tertutup itu masih dalam masa transisi antara pemimpin terakhir Kim Jong-Il yang meninggal Desember 2011 lalu dan pewarisnya, sang putra Kim Jong-Un yang belum teruji dalam usianya yang masih 20-an tahun. 

Menlu AS Hillary Clinton sebelumnya memperingatkan Korea Utara bahwa Dewan Keamanan PBB akan maju jika peluncuran tetap dilakukan. 

"Jika Pyongyang terus maju (meluncurkan), kami akan kembali ke Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan lebih jauh," tegas Hillary Clinton kepada wartawan setelah berkonsultasi dengan mitranya dari negara-negara industri G-8.


Penulis: R. Adhi Kusumaputra
Editor : Robert Adhi Ksp
Sumber: