Museum Stalin di Georgia Kini Sajikan Kekejaman Stalin - Kompas.com

Museum Stalin di Georgia Kini Sajikan Kekejaman Stalin

Pieter P Gero
Kompas.com - 09/04/2012, 23:16 WIB

GORI, KOMPAS.com — Museum yang dibuat sejak tahun 1937 di Gori, Georgia, untuk menghormati pemimpin Uni Soviet, Josef Stalin, mengalami perubahan. Kalau sebelumnya menyajikan kehebatan Stalin, museum itu kini menyajikan kekejaman yang dilakukan diktator Soviet itu selama berkuasa.

Menteri Kebudayaan Georgia, Nika Rurua, Senin (9/4/2012), sebagaimana dilaporkan kantor berita AP, mengatakan, negaranya sejak bebas dari Uni Soviet tahun 1991 tidak bisa lagi menjadi tempat bagi sebuah museum yang "memuliakan diktaktor Soviet itu".

Stalin lahir dengan nama Josef Dzhugashvili di kota Gori, di wilayah tengah Georgia tahun 1989. Museum ini dibuka tahun 1939 di tengah kehebatan pemimpin Uni Soviet itu.

Namun, Stalin belakangan dijuluki "Teror Besar" karena menyebarkan aksi pembunuhan di negara itu terhadap para warga Uni Soviet yang menentang ajarannya.

Museum raksasa, termasuk rumah kelahiran Stalin, itu memuat sekitar 47.000 benda yang disajikan, termasuk barang-barang miliknya, misalnya masker kematian.

Stalin yang meninggal dunia tahun 1953 belakangan ini menimbulkan pro dan kontra di Rusia dan negara-negara bekas Uni Soviet, berkaitan saat dia berkuasa.

Sebagian warga menilai, Stalin adalah pahlawan besar yang membawa Uni Soviet meraih kemenangan dalam Perang Dunia II. Stalin juga berhasil membawa militer Uni Soviet tumbuh besar dan menjadi salah satu kekuatan superpower dunia, bersaing dengan Amerika Serikat. Persaingan ini membawa dunia dalam Perang Dingin.

Namun, bagi sebagian warga Rusia yang mencintai hak asasi manusia, Stalin dinilai sebagai diktator yang bertanggung jawab atas kematian ratusan ribu warga Soviet selama dia berkuasa.

Stalin bertanggung jawab atas kematian langsung sedikitnya 724.000 orang. Dia juga bertanggung jawab atas kematian jutaan orang lainnya yang dipaksa dikirim ke kamp kerja paksa di Gulags, sistem penjara di era Uni Soviet.

PenulisPieter P Gero
EditorAgus Mulyadi
Terkini Lainnya
Jenazah Bripda Gilang, Polisi yang Gugur dalam Bom Kampung Melayu Dimakamkan di Klaten
Jenazah Bripda Gilang, Polisi yang Gugur dalam Bom Kampung Melayu Dimakamkan di Klaten
Megapolitan
Cerita Orangtua yang Anaknya Sempat Dikira Pelaku Bom Kampung Melayu
Cerita Orangtua yang Anaknya Sempat Dikira Pelaku Bom Kampung Melayu
Megapolitan
Ibunda Polisi yang Gugur dalam Ledakan Bom Kampung Melayu Menangis Histeris
Ibunda Polisi yang Gugur dalam Ledakan Bom Kampung Melayu Menangis Histeris
Megapolitan
Lim Wen Sim Ubah Mitos Burung Hantu dari Pembawa Maut Jadi Penyelamat Warga
Lim Wen Sim Ubah Mitos Burung Hantu dari Pembawa Maut Jadi Penyelamat Warga
Regional
Ini yang Dilakukan Pimpinan DPRD DKI Saat Sidak ke Alexis dan Illigals
Ini yang Dilakukan Pimpinan DPRD DKI Saat Sidak ke Alexis dan Illigals
Megapolitan
KTP Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Tersebar, Polisi Pastikan Pria Sukabumi Itu Masih Hidup
KTP Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri Tersebar, Polisi Pastikan Pria Sukabumi Itu Masih Hidup
Regional
Trump Disambut Ribuan Demonstran di “Lubang Neraka”
Trump Disambut Ribuan Demonstran di “Lubang Neraka”
Internasional
Ketum PBNU: Saya Heran Orang Radikal Ada di Perguruan Tinggi
Ketum PBNU: Saya Heran Orang Radikal Ada di Perguruan Tinggi
Regional
Kecam Pelaku Teror Kampung Melayu, Fahri Hamzah Minta Jokowi Pimpin Investigasi
Kecam Pelaku Teror Kampung Melayu, Fahri Hamzah Minta Jokowi Pimpin Investigasi
Nasional
Kembalinya Teror Bom dan #KamiTidakTakut
Kembalinya Teror Bom dan #KamiTidakTakut
Megapolitan
Teror Bom Kampung Melayu, Kami Tidak Takut!
Teror Bom Kampung Melayu, Kami Tidak Takut!
Nasional
Pengebom Manchester 'Terbukti” Berkaitan dengan ISIS
Pengebom Manchester "Terbukti” Berkaitan dengan ISIS
Internasional
Masyarakat Diminta Tak Sebarkan Gambar Sadis Korban Ledakan Bom di Kampung Melayu
Masyarakat Diminta Tak Sebarkan Gambar Sadis Korban Ledakan Bom di Kampung Melayu
Megapolitan
Kisah Wanita Pawon Gendis yang Raih Penghargaan karena Kuliner Ekstrem
Kisah Wanita Pawon Gendis yang Raih Penghargaan karena Kuliner Ekstrem
Regional
Mereka yang Gugur karena Ledakan Bom di Kampung Melayu...
Mereka yang Gugur karena Ledakan Bom di Kampung Melayu...
Megapolitan

Close Ads X