Jumat, 25 April 2014

News / Internasional

Pindah Rumah Lima Kali dan Punya Empat Anak

Senin, 2 April 2012 | 07:27 WIB

Baca juga

Detail kisah pelarian pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden, terus muncul setelah hasil interogasi para janda Osama mulai disiarkan ke publik. Informasi terbaru mengungkapkan, selama melarikan diri ke wilayah Pakistan ternyata Osama sempat tinggal di lima rumah yang berbeda dan memiliki empat anak.

Detail kehidupan Osama selama menjadi orang paling dicari di dunia muncul dalam laporan interogasi istri termudanya, Amal Ahmed Abdel-Fatah al-Sada. Sebagian laporan itu muncul di surat kabar Dawn di Pakistan, yang kemudian ditelusuri lebih lanjut oleh Associated Press.

Amal dan dua janda Osama lainnya serta beberapa anak mereka ditahan pihak berwajib Pakistan sejak pasukan Navy SEAL AS menyerbu rumah persembunyian Osama di Abbottabad, 2 Mei 2011, dan menewaskan pemimpin Al Qaeda itu.

Menurut keterangan Amal, rumah di Abbottabad itu bukanlah satu-satunya rumah yang pernah ditinggali Osama selama bersembunyi di Pakistan.

Dinas intelijen Pakistan ISI paling tidak sudah menemukan satu rumah lainnya di kota Haripur, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Abbottabad. Rumah itu dipakai Osama dan keluarganya sambil menunggu rumah di Abbottabad selesai dibangun.

Rumah di Haripur ditemukan ISI setelah melalui pelacakan yang rumit, mengingat Amal hanya mengingat ciri-ciri rumah itu terdiri atas dua lantai dan memiliki ruang bawah tanah.

Rumah itu akhirnya ditemukan di kawasan Naseem Town, kawasan padat penduduk di pinggiran Haripur. Di kawasan itu, rumah-rumah mewah bercampur dengan gubuk-gubuk tanah liat yang dihuni suku nomaden dari Afganistan.

Seperti tanah tempat rumah Osama di Abbottabad, rumah di Haripur ini disewa oleh dua kakak beradik dari suku Pashtun, Afganistan. Mereka berdua diduga adalah kurir kepercayaan Osama, yakni Abu Ahmed al-Kuwaiti dan adiknya.

Pir Mohammed, makelar properti yang menyewakan rumah dengan empat kamar tidur itu, mengatakan, ia hanya bertemu dengan kakak beradik itu tiga kali. Pertama, saat mereka menandatangani kontrak sewa, lalu pada saat mereka pindah ke rumah itu, dan terakhir saat mereka pindah dari rumah itu 11 bulan kemudian.

”Mereka mungkin melihat papan nama saya di jalan, kemudian langsung masuk (dan menghubungi saya),” tutur Mohammed.

Menurut keterangan Amal, Osama memang menghabiskan sebagian besar waktunya di Pakistan sejak 2002. Amal mengaku pernah bertemu Osama di Peshawar setelah terpisah berbulan-bulan sejak serangan pasukan sekutu di Pegunungan Tora Bora, Afganistan, Desember 2001.

Osama dan keluarganya juga sempat tinggal di dua rumah di Lembah Swat, dan pindah satu kali lagi sebelum akhirnya mereka boyongan ke Abbottabad pada 2005.

Tidak hanya sempat berpindah-pindah rumah, Osama juga memiliki empat anak dari Amal selama berada di Pakistan. Dua anak terakhir Amal bahkan dilahirkan di rumah sakit pemerintah meski ia mengaku hanya berada di rumah sakit selama tiga atau empat jam.

Semua detail ini menimbulkan berbagai pertanyaan baru bagaimana Osama bisa leluasa bergerak di Pakistan tanpa ketahuan. Meski demikian, seorang pejabat senior AS mengatakan tak menemukan bukti bahwa aparat keamanan Pakistan mengetahui keberadaan Osama selama itu. (AP/DHF)


Editor : Egidius Patnistik
Sumber: