Minggu, 31 Agustus 2014

News / Internasional

Insiden Laut

Kapal Pesiar Azamara Quest Terhanyut di Dekat Kalimantan

Sabtu, 31 Maret 2012 | 17:18 WIB

MANILA, KOMPAS.com -- Kapal pesiar Azamara Quest, yang berisi tak kurang dari 1.000 penumpang dan awak kapal, terhanyut di perairan Laut Sulu dekat Pulau Kalimantan, setelah dua mesinnya mati akibat terbakar, Sabtu (31/3/2012). Lima awak kapal dilaporkan terluka dalam insiden kebakaran yang terjadi pada Jumat (30/3/2012) tengah malam.

Juru bicara Kesatuan Penjaga Pantai Filipina Letnan Commander Algier Ricafrente mengatakan, pihaknya pertama kali menerima kabar insiden kapal Azamara Quest, Sabtu pagi, dari sebuah perusahaan pelayaran feri dan penarikan kapal di Manila. Saat itu, posisi kapal berada sekitar 139 kilometer sebelah barat daya Karang Tubbataha yang masuk dalam wilayah Filipina.

Pihak Azamara Club Cruises— perusahaan operator kapal pesiar tersebut, menyatakan bahwa kapal saat ini menggunakan sumber tenaga cadangan dan terapung-apung di kawasan laut yang tenang di dekat Kalimantan, Indonesia. Kapal tersebut membawa 590 penumpang dan 411 awak kapal. Sebagian besar penumpang adalah orang Amerika dan Eropa.

Insiden kebakaran terjadi sehari setelah kapal meninggalkan Manila menuju Sandakan, Malaysia. Kapal itu sendiri dalam perjalanan pesiar 17 hari, yang berawal dari Hong Kong, Senin (26/3/2012), dan berencana berlabuh di beberapa kota di Filipina, Malaysia, dan Indonesia, sebelum dijadwalkan berlabuh di Singapura, 12 April. Di Indonesia, kapal pesiar itu direncanakan mampir di Balikpapan, Palopo, Benoa, Semarang, dan Pulau Komodo.

Jumat tengah malam api berkobar di salah satu kamar mesin kapal berbobot 30.277 ton itu. Api langsung bisa dipadamkan, tetapi lima awak kapal terluka akibat menghirup asap pekat. Satu orang dilaporkan dalam kondisi kritis dan membutuhkan perawatan rumah sakit.

Akibat kebakaran itu, mesin penggerak kapal berukuran panjang 180 meter dan lebar 30 meter itu mati. Para awak kapal baru berhasil memulihkan satu mesin yang membangkitkan listrik untuk menyalakan pendingin ruangan, aliran air ledeng, lemari pendingin, dan alat-alat masak.

Dua kapal Penjaga Pantai Filipina dan kapal patroli Angkatan Laut Filipina dijadwalkan tiba di lokasi kapal Sabtu malam. Pihak perusahaan operator juga menyewa kapal tunda dan mengirimnya ke lokasi kapal seandainya para awak gagal memperbaiki mesin dan kapal harus ditarik.

Ini adalah insiden ketiga yang menimpa kapal pesiar setelah peristiwa kandasnya kapal Costa Concordia, Januari, dan terhanyutnya Costa Allegra akibat mesin mati setelah kebakaran di perairan Samudera Hindia, Februari lalu.

 

Sumber: AP, AFP


Penulis: Dahono Fitrianto
Editor : Nasru Alam Aziz