Kamis, 27 November 2014

News / Internasional

Penting, Peran Indonesia dalam Pendanaan Program Pembangunan PBB

Jumat, 30 Maret 2012 | 12:47 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com —  Indonesia memegang peran kunci dalam negosiasi Quadrennial Comprehensive Policy Review (QCPR) yang akan dimulai pada Sidang Ke-67 Majelis Umum PBB, Oktober 2012 mendatang.

Hal tersebut disampaikan Wakil Tetap RI untuk PBB, Duta Besar Desra Percaya, ketika membuka seminar tentang "Funding of UN Operational Activities for Development: What is Meant by "Critical Mass" of Core Resource?" yang diselenggarakan Indonesia bersama Presiden Majelis Umum PBB, United Nations Department of Economic and Social Affairs (UN-DESA), dan Friedrich-Ebert-Stiftung, Kamis (29/3/2012), di New York.

"Peranan Indonesia dalam proses QCPR menjadi semakin penting mengingat Indonesia juga adalah Wakil Presiden Badan Eksekutif UNDP, UNFPA, dan UNOPS, yang merupakan badan pendanaan dan program PBB terbesar," lanjut Dubes Desra Percaya. 

QCPR merupakan mekanisme bagi negara-negara anggota PBB untuk  menilai efektivitas, efisiensi, koherensi, dan dampak kegiatan-kegiatan operasional PBB bagi pembangunan empat tahun mendatang (2013-2016). QCPR juga diharapkan dapat mengarahkan "system-wide policy" bagi kerja sama pembangunan dan modalitas tingkat nasional dari sistem PBB dalam menghadapi lingkungan kerja sama pembangunan internasional yang terus berubah. 

Seminar yang diadakan untuk persiapan  proses QCPR 2012 dalam menyusun laporan analisis komprehensif dari implementasi resolusi Majelis Umum PBB No 62/208 tentang "Triennial Comprehensive Policy Review (TCPR) ini dihadiri oleh Presiden Majelis Umum PBB, Dubes Nassir Abdulaziz Al-Nasser; Direktur Eksekutif UN Women, Michelle Bachelet; Associate Adminstrator UNDP, Rebeca Grynspan; serta para Duta Besar/wakil negara-negara anggota PBB dan badan-badan PBB seperti UN-DESA, UNDG, UNDP, UN Women, dan UNICEF. 

Pada kesempatan tersebut Presiden Majelis Umum PBB menekankan bahwa sejalan dengan mandat resolusi MU PBB No 64/289 tentang System-Wide Coherence, sudah saatnya program dan pendanaan PBB memulai dialog mengenai critical mass, guna mencari sumber-sumber pendanaan yang dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Sementara Michelle Bachelet dan Rebeca Grynspan, mewakili badan program dan pendanaan PBB, menyatakan bahwa pendanaan merupakan isu sentral dalam proses QCPR. Melalui proses ini badan-badan pembangunan PBB memperoleh pendanaan pembangunan yang bersifat pasti dan berkelanjutan. 


Penulis: Anastasia Joice
Editor : Robert Adhi Ksp