Minggu, 23 November 2014

News / Internasional

Ayah Mohamed Merah Tuntut Pemerintah Perancis

Kamis, 29 Maret 2012 | 15:25 WIB

Mohamed Benalal Merah, ayah dari Mohamed Merah terduga pelaku penembakan di Toulouse, dikabarkan menyewa seorang pengacara untuk menuntut pemerintah Perancis.

Lewat Zahia Mokhtari, pengacara asal Aljazair itu, Mohamed Benalal berharap bisa meminta pemerintah dan kepolisian Perancis bertanggung jawab atas kematian putranya.

Benalal menganggap pemerintah dan kepolisian Perancis telah melakukan pembunuhan terhadap pemuda berusia 23 tahun itu.

Pekan lalu, setelah dikepung selama lebih dari 30 jam di apartemennya, Mohamed Merah akhirnya tewas ditembak aparat kepolisian Perancis.

"Tuan Mohamed Benalal Merah datang ke kantor kami di Aljazair untuk secara resmi menunjuk kami dalam upaya menuntut aparat keamanan Perancis karena tidak mengikuti prosedur dalam penangkapan Mohamed Merah dan karena telah membunuh putranya," kata Mokhtari seperti dikutip AFP.

Mokhtari menambahkan berdasarkan konvensi yang disepakati Perancis dan Aljazair memungkinkan para pengacara menangani kasus di kedua negara itu.

Pemerintah Perancis menyindir

Namun, niat menggugat pemerintah ini langsung mendapat sindiran pedas dari Menteri Luar Negeri Perancis Alain Juppe.

"Jika saya menjadi ayah dari seorang monster seperti itu, maka saya akan diam dalam rasa malu," kata Juppe.

Sementara itu, saudara tiri Mohamed Merah, Rachid Merah, mengklaim aparat keamanan Perancis telah memanipulasi saudaranya karena saudaranya itu tak memiliki hubungan apapun dengan Al Qaeda

"Saya menolak anggapan itu dan saya ragu dia (Merah) memiliki hubungan dengan Al Qaeda atau Taliban atau organiasi teror lain di dunia," kata Rachid.

"Faktanya sekarang Perancis membunuh dia sebelum diadili, padahal mereka bisa menangkapnya hidup-hidup," tambah dia.

Mohamed Merah lahir di Perancis namun memiliki darah Aljazair itu disebutkan pernah berkata ingin membalas penderitaan anak-anak Palestina dan menyerang militer Perancis karena intervensinya di Timur Tengah.

Keluarga Mohamed Merah berkeinginan memakamkan putranya itu di tanah leluhur mereka. Namun sejauh ini pemerintah Aljazair belum memberikan izin.


Editor : Kistyarini
Sumber: