Kamis, 2 Oktober 2014

News / Internasional

Bocah Dikebiri Pastor Belanda

Rabu, 21 Maret 2012 | 10:12 WIB

Sedikitnya 11 anak laki-laki dikebiri saat berada di bawah naungan gereja Katolik Roma Belanda pada tahun 1950-an dengan alasan untuk mencegah mereka tumbuh menjadi homoseksual. Demikian tulis sebuah koran Belanda dalam investigasinya.

Seorang bocah dikebiri tahun 1956 setelah mengatakan kepada polisi bahwa dirinya dilecehkan oleh pastor di gereja itu, lapor koran tersebut. Saat ini Menteri Kehakiman Belanda tengah menyelidiki apa peran pemerintah saat insiden ini berlangsung.

Tahun lalu, dalam sebuah penyelidikan, ditemukan empat ribu anak yang dianiaya secara seksual oleh institusi gereja Belanda sejak tahun 1945.

Sejumlah anggota parlemen Belanda menyerukan dilakukan pemeriksaan setelah munculnya laporan terbaru yang dirilis koran NRC Handelsblad ini, yang dipublikasikan pada akhir pekan lalu.

"Berat dan mengejutkan"

Henk Hethuis, seorang siswa pada sebuah sekolah berasrama Katolik, berusia 18 tahun saat dirinya melapor kepada polisi tahun 1956 karena menjadi korban pelecehan seorang biarawan Belanda. Hethuis kemudian dikebiri dengan perintah dari sejumlah pastor Katolik, tulis koran NRC Handelsblad, dengan alasan untuk "menyembuhkannya" dari kecenderungan homoseksualitas.

Kasus yang sama terjadi pada sedikitnya 10 anak lain di sekolah itu, tulis koran ini. Hethuis akhirnya meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan mobil tahun 1958.

Menteri Kehakiman Belanda Ivo Opstelten menyebut tudingan ini "sangat berat dan mengejutkan" dan menjanjikan akan menyelidiki apa peran Pemerintah Belanda saat itu.

Gereja Katolik Belanda telah mengatakan bersedia bekerja sama menguak tabir kasus ini melalui penyelidikan untuk mencari tahu apakah laporan media tersebut benar, tulis kantor berita Reuters.

Komisi pencari fakta tahun lalu menyimpulkan bahwa para pejabat dalam insitusi gereja Katolik gagal mengatasi persoalan praktik penganiayaan yang meluas di sekolah-sekolah yang dinaunginya, di seminari serta rumah-rumah panti asuhan.

Aksi berdosa

Komisi ini, diketuai oleh mantan menteri kabinet Wim Deetman, menemukan ada puluhan ribu anak menjadi korban penganiayaan atau pelecehan dari sekadar diraba-raba sampai diperkosa.

Komisi itu mengutuk tindakan gereja yang disebutnya menutup-nutupi dan budaya diam. Koran NRC Handelsblad mengatakan komisi tersebut juga menerima laporan terkait kasus pengebirian pada 2010.

Para anggota parlemen Belanda akan secara resmi minta diagendakan sidang pemanggilan parlemen terhadap ketua komisi ini untuk memastikan kenapa justru tidak memasukkan laporan kasus pengebirian itu dalam penyelidikan timnya.

Sementara organisasi tertinggi Katolik Roma di Vatikan baru saja mengeluarkan sebuah laporan, Selasa kemarin, tentang kasus pencabulan yang meluas di kalangan gereja Katolik Irlandia. Tindakan yang disebut Vatikan sebagai aksi "penuh dosa dan kriminal" itu menunjukkan adanya pelecehan, pencabulan, dan penganiayaan terhadap anak-anak yang dipercayakan pendidikan dan pengurusannya pada institusi Katolik Irlandia selama 70 tahun.

Pelaku aksi mengerikan tersebut berasal dari kalangan pastor, frater (calon pastor), dan biarawati, sementara tindakan menutup-nutupi dilakukan oleh atasan mereka.


Editor : Egidius Patnistik
Sumber: